Jumat, 22 Desember 2017
Polres Ciko Gelar Olahraga Bersama TNI dan Pemko
KEJAKSAN,.-
Sebagai upaya menjalin silaturahmi dan sinergitas antara Polri, TNI dan pemerintah daerah, unsur pimpinan dan anggota Polres Cirebon Kota (Ciko), Korem 063/SGJ, Kodim 0614/Kota Cirebon, Lanal Cirebon dan Pemerintah Kota Cirebon mengikuti olahraga bersama, di Lapangan Futsal Apita Cirebon, Jumat (17/11/2017).
Komandan Korem 063/SGJ, Kolonel Inf Veri Sudijanto Sudin, mengemukakan, melalui olahraga bersama ini diharapkan bisa meningkatkan hubungan silaturahmi dan Kebersamaan dari tingkat atas hingga yang paling bawah sekaligus sebagai bentuk jiwa korsa.
“Karena silaturahmi itu sangat baik sehingga harus kita pertahankan. Selain itu ini merupakan agenda rutin,” katanya.
Kapolres Cirebon Kota, Ajun Komisaris Besar Adi Vivid AB mengungkapkan, dengan kegiatan ini kekompakan TNI dan Polri semakin kokoh, sehingga bisa bermanfaat dalam mendukung tugas dan tanggung jawab menjaga kondusivitas wilayah.
“Mudah-mudahan dibawah kepemimpinan Danrem 063/SGJ kita semua selalu kompak, tidak mudah terprovokasi,” ujarnya.
Pada kegiatan tersebut juga dihadiri Walikota Cirebon, Nasrudin Azis, unsur Detasemen C Brimob Polda Jabar, serta para perwira dan bintara TNI dan Polri.(Ali)
Soal Proposal, KONI Kota Cirebon Siap Dialog
KEJAKSAN,.-
Ketua KONI Kota Cirebon, Wati Musilawati mengapresiasi masukan yang diberikan Ketua Komisi C DPRD setempat mengenai anggaran untuk Porda 2018 di Bogor. Namun demikian, KONI sangat menyayangkan sikap Ketua Komisi C, Doddy Aryanto yang lebih suka bicara di media ketimbang sewaktu hearing di dewan.
“Pada prinsipnya KONI sangat membuka diri untuk dialog terhadap siapa pun insan olahraga, apalagi Komisi C yang salah satu tugasnya mengawasi masalah olahraga,” jelas Wati kepada KC Online, Jumat (24/11/2017).
Wati mengaku, pihaknya sudah melakukan pemaparan terkait proposal yang diajukan pada 3 November 2017 lalu di Griya Sawala gedung dewan. Sayanganya, saat itu ketua Komisi C berhalangan hadir karena ada tugas yang tidak bisa ditinggalkan.
“Dalam pemaparan itu KONI diterima anggota Komisi C lainnya yang kebetulan juga menjadi ketua cabor, sehingga sangat memahami kebutuhan pembinaan olahraga prestasi, apalagi menjelang menghadapi babak utama Porda XIII 2018. Kami juga sampaikan kebutuhan bonus yang bisa menjadi penyemangat atlet dan pelatih,” beber dia.
Meski demikian, lanjut Wati, apabila diperlukan KONI bersedia untuk dialog lagi, sehingga hal-hal yang belum terinformasikan bisa disampaikan lebih jelas lagi.
“Tentu komisi C yang menangani olahraga lebih paham bahwa Bapopsi adalah badan fungsional yang saat ini ada di bawah naungan KONI, namun untuk bantuan CSR untuk keolahragaan belum diatur dalam perda. Hal ini bisa dilihat dalam Pasal 8 Perda Nomor 14 Tahun 2012 mengenai tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL),” jelasnya.
Oleh sebab itu, tambah Wati, perlu segera dibuat payung hukumnya agar CSR yang ada bisa dimanfaatkan untuk membantu pembinaan atlet prestasi sesuai masukan dari Doddy.
Tiga kegiatan
“Proposal yang diajukan KONI tahun 2018 memang besar karena mencakup tiga kegiatan sekaligus, yaitu untuk biaya rutin KONI, biaya kegiatan Porda 2018 serta bonus atlet. Terkait berapa yang akan diberikan untuk KONI, tentu ini menjadi kebijakan DPRD dan walikota. Meski begitu, KONI siap apabila diminta presentasi lagi, karena bicara soal olahraga prestasi tidak cukup hanya sekali, tapi perlu komunikasi yang terus menerus, supaya jika ada sudut pandang yang berbeda dalam menyikapi olahraga prestasi dapat diluruskan bersama. Insya Allah kami seluruh pengurus KONI akan terus komitmen mengemban amanah yang diberikan dan akan berusaha maksimal untuk mendukung program seluruh cabor yang ada di KONI,” tambah Wati.
Sementara itu, pengurus KONI Bidang Sarana dan Prasarana, Yuliarso menjelaskan, seharusnya Ketua Komisi C lebih intens terhadap pengawasan keolahragaan.
“Jadi jangan ujug-ujug bicara masalah anggaran, karena duduk persoalannya belum paham. Jadi kalau ujug-ujug bicara kesannya kurang baik,” ungkap Yuliarso.
Dia menandaskan, soal proposal yang diajukan KONI untuk kegiatan Porda, pembinaan atlet berprestasi sudah disampaikan saat hearing dengan Komisi C.
“Dalam hearing tersebut banyak anggota dewan yang setuju karena di antara mereka juga jadi ketua cabor. Waktu hearing, teman-teman Komisi C paham ada even Porda di Bogor. Jadi jangan terburu-buru menanggapi anggaran yang diajukan KONI. Tanya dulu sama anggota lainnya. Sebab, masalah olahraga prestasi butuh anggaran besar. Jadi, sebaiknya KONI diberi kesempatan lagi hearing untuk menjelaskan semuanya. Jangan sampai ketika rapat tidak hadiri tapi tiba-tiba bicara di kora,” imbau Yuliarso.(Ali)
Tujuh Pecatur Kabupaten Cirebon Tembus Porda
Atletik Kota Cirebon Loloskan 10 Nomor ke Porda
KESAMBI,.-
Tim atletik Kota Cirebon meloloskan 10 nomor untuk berlaga di Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat 2018. Hasil babak kualifikasi (BK) ini membuka peluang untuk meraih prestasi minimal bisa mempertahankan pencapaian di Porda sebelumnya.
Manajer tim atletik Kota Cirebon, Agus Muharam, Minggu (19/11/2017) menyebutkan, nomor lomba yang berhak mengikuti Porda yakni jalan cepat 10.000 meter putra atas nama Margono, lari 5.000 meter putri atas nama Abigail, lompat tinggi putri atas nama Alda, dan lari 100 dan 200 meter putra yang diraih Robby.
Kemudian lari 800 meter putri atas nama Nurmala, lompat jangkit putri yang diraih Rika Diana Ranik, estafet 4 × 100 meter putra atas nama Anggi, Karnoto, Sukarya dan Robby, estafet 4 × 400 meter putra atas nama, Lingga, Karnoto, Sujarya dan Fahri, serta estafet 4 × 400 meter putri atas nama Ramu Wulan, komala, Fatimah dan Abigail.
Kemudian menghadapi babak utama Porda, pihaknya akan mengenjot kemampuan dua atlet andalan Kota Cirebon, Abigail dan Margono yang tidak masuk tiga besar di BK, melalui latihan intensif. Agar bisa kembali mencapai performa terbaik mereka, sehingga bisa memberikan kontribusi besar terhadap prolehaan medali.
“Kalau saya tidak salah lihat, Margono ada di peringkat 5 dan Abigail di peringkat 4 di BK. Setelah kejuaraan lari 10 km di Bali beberapa bulan lalu, Abigail tidak pernah latihan lagi, karena konsentrasi menyelesaikan skripsi kuliahnya yang harus selesai akhir Desember 2017. Sementara Margono lebih banyak mengikuti kejuaraan lari maraton di berbagai daerah. Sehingga menjadi tugas kami untuk memotivasi keduanya agar kembali berkonsentrasi pada latihan demi memperoleh hasil sesuai target di Porda,” ungkapnya.
Menurut Agus, Margono dan Abigail baru lolos 1 nomor lomba. Sementara di Porda masing-maing di targetkan bisa mengikuti 2 nomor, yakni 5.000 dan 10.000 meter jalan cepat untuk Margono dan lari jarak jauh untuk Abigail.Sehingga mereka harus lolos mencapai batas waktu paling bagus pada kejuaraan resmi yang diselenggarakan PASI beberapa bulan mendatang, sekaligus sebagai ajang pemanasan dan mengukur kemampuan mereka.
“Keduanya akan mendapatkan jam latihan yang lebih banyak, dan kami yakin mereka bisa untuk Kota Cirebon. Saya sebagai manajer punya tugas yang cukup berat untuk memotivasi pelatih, atlet dan anggota kontingen atletik lainnya demi mewujudkan semua yang diharapkan,”katanya.
Belum riil
Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kota Cirebon, Andi Lie mengaku, hasil dari BK belum secara riil menggambarkan kekuatan atlet-atlet Kota Cirebon. Mengingat banyak di antaranya yang belum maksimal dalam mengikuti latihan, karena terbentur dengan kegiatan-kegiatan mereka di luar sebagai atlet. Namun menjelang Porda akan dilaksanakan pemusatan latihan, agar kemampuan atlet bisa terus meningkat dan bermuara pada hasil maksimal di Porda.
“Kami yakin bisa membawa pulang medali dari Porda 2018. Minimal atletik akan berusaha mempertahankan prestasi di Porda sebelumnya, dengan 1 emas dan 2 perak,” ucapnya.(Ali)
Perkemi Kabupaten Cirebon Siap Ukir Prestasi
SUMBER,.-
Meski belum lama terbentuk dan baru resmi dilantik pada awal November 2017, Pengurus Cabang (Pengcab) Persaudaraan Kempo Indonesia (Perkemi) Kabupaten Cirebon siap berkiprah untuk prestasi olahraga daerah.
Wakil Ketua Pengcab Perkemi Kabupaten Cirebon, Erikson, Senin (20/11/2017) mengungkapkan, sebagai cabang olahraga (cabor) baru, pihaknya membutuhkan kerja keras untuk mengenalkan kempo kepada masyarakat Kabupaten Cirebon, karena sebagian besar masih belum mengetahui olahraga bela diri ini.
“Kami sudah menyusun berbagai program dalam upaya mengenalkan olahraga Kempo kepada masyarakat Kabupaten Cirebon, salah satunya dalam waktu dekat ini akan melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah,” katanya.
Selain berupaya untuk melakukan sosialisasi, lanjut Erikson, saat ini Perkemi juga tengah fokus mempersiapkan diri untuk menghadapi Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat (Jabar) 2018 yang akan berlangsung pada 22 November 2017.
Lebih lanjut diakui Erikson, pihaknya belum berani memasang target yang terlalu tinggi di BK. Hanya berharap enam kenshi yang diturunkan mampu tampil optimal sehingga dapat merebut tiket lolos ke babak utama Porda Jabar 2018, di Kabupaten Bogor.
“Kalau berbicara target tentunya kami harus realistis. Bagi kami bisa meraih tiket lolos ke Porda pun, tentunya sudah merupakan prestasi yang luar biasa,” ucapnya. (Ali)
PASI Kabupaten Cirebon Incar Tiga Emas di Porda
SUMBER,.-
Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Cirebon optimistis bisa memenuhi target tiga medali emas yang dicanangkan pada Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat (Jabar) 2018 di Kabupaten Bogor.
Pelatih tim atletik Kabupaten Cirebon, Budi Bachtiar, menuturkan, jika mengacu pada hasil yang dicapai atlet-atletnya di Babak Kualifikasi (BK) Porda yang berlangsung akhir pekan kemarin di Bandung, dirinya meyakini bisa mewujudkan target tiga emas tersebut.
Hanya ia menilai, hasil di BK pun belum menjadi jaminan, karena beberapa daerah masih menyimpan kekuatannya, terutama tuan rumah yang tidak ikut berlaga di BK. Sehingga peta persaingan sesungguhnya dalam cabang olahraga atletik di Porda belum begitu jelas terbaca.
“Terus terang kami masih buta dengan kekuatan tuan rumah. Ini yang patut diwaspadai, karena bisa menjadi batu sandungan atau pengganjal untuk meraih meraih medali,” ungkapnya.
Karena itu kata Budi, dalam sisa waktu sekitar satu tahun ke depan menjelang pelaksanaan Porda, akan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk melakukan latihan intensif, termasuk juga berupaya mengasah kemampuan para atletnya dengan diikutsertakan dalam berbagai kejuaraan.
“Kami terus menggenjot kemampuan atlet yang lolos ke Porda melalui program pembinan intensif. Karena kami tidak ingin target yang sudah dicanangkan ini meleset,” katanya.
Sementara itu pada BK, dari 20 atlet yang diturunkan, 18 diantaranya mengantongi tiket ke babak utama Porda dengan berbagai nomor lomba, termasuk di antaranya sejumlah atlet yang menjadi andalan untuk meraih pundi-pundi medali emas di Porda 2018, yakni Agus Supratman, Erna Nuryanti dan Yusuf Febriantoro. (Ali)
Drum Band Kabupaten Cirebon Berprestasi di BK Porda
SUMBER,.-
Tim drum band Kabupaten Cirebon meraih hasil gemilang dalam Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat (Jabar) 2018, di Kabupaten Bogor, dengan meraih satu medali emas dan dua perunggu, sehingga menempatkannya di peringkat ketiga, di bawah Kota Bandung dan Kabupaten Bekasi yang menjadi juara umum.
Pelatih tim drum band Kabupaten Cirebon, Rachmat Agus Rianto, Jumat (24/11/2016) mengungkapkan, prestasi yang dicapai tim binaannya masing-masing emas dari nomor lomba berbaris jarak pendek 800 meter putra dan dua perunggu dari lomba ketahanan dan ketepatan berbaris 6.000 meter campuran dan lomba baris berbaris 600 meter campuran.
Diakuinya, hasil yang diraih di BK sangat di luar dugaan dan melebihi ekspekstasi dari tim pelatih. Karena sejak awal target tim drum band Kabupaten Cirebon hanya lolos ke babak utama Porda.
“Jujur saja kami tidak menyangka dengan hasil yang dicapai di BK. Apalagi kami sempat limbung karena ditinggal pelatih kepala yang meninggal dunia hanya beberapa bulan sebelum pelaksanaan BK. Ini berkat kerja keras semuanya, mulai dari pengurus, pelatih dan atlet,” katanya.
Rachmat mengemukakan, hasil yang dicapai di BK menjadi modal positif bagi Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Kabupaten Cirebon, sekaligus memunculkan optimisme untuk menargetkan prestasi tinggi di Porda 2018.
“Bukan kami terlalu percaya diri, tapi setidaknya apa yang diraih di BK membuat kami berani untuk bisa meraih medali emas di Porda,” ujarnya.
Kemudian menghadapi pertaruhan sesungguhnya di Porda, kata Rachmat, pihaknya akan terus memoles dan mematangkan kemampuan fisik, teknik dan kepaduan tim hingga menjelang keberangkatan ke Kabupaten Bogor.
“Terutama peningkatan fisik para atlet, yang saat di BK terlihat jelas menjadi salah satu titik lemah,” ucapnya.(Ali)
16 Desa di Kabupaten Cirebon Bersaing di Liga Desa Nusantara
TALUN,.-
Sebanyak 16 tim sepak bola di Kabupaten Cirebon unjuk kemampuan di turnamen Liga Desa Nusantara Regional Cirebon yang digagas oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).
Pelaksanaan even yang resmi dibuka di Lapangan Sepakbola Puser Bumi Desa Ciperna, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Minggu (26/11/2017) untuk melahirkan bibit-bibit pesepakbola potensial yang kelak bisa menyabet prestasi di berbagai level kejuaraan.
Ketua Panitia Liga Desa Nusantara Regional Cirebon, Kamal Saripin mengatakan, karena keterbatasan waktu sosialisasi, even tahun ini hanya melibatkan 16 Desa dari target awal diikuti 32 Desa.
“Semula tim yang mendafatar lebih dari itu, tapi di perjalanan ada beberapa desa yang mundur karena terbentur dengan regulasi, sehingga kami putuskan hanya mengakomodir 16 tim,” tuturnya.
Kemudian setelah laga ini, juara di tingkat regional akan berlaga ke seri nasional untuk bersaing dengan 15 tim dari daerah lainnya di Jawa Barat dan Banten, yang menjadi pilot project pelaksanaan Liga Desa Nusantara 2017.
Pembina Godong Jati Cirebon, M. Luthfi mengatakan dirinya sangat menyambut positif dengan adanya Liga Desa Nusantara yang digagas Kemendes PDTT.Karena melalui Kompetisi seperti ini bakat-bakat pesepakbola yang ada di Kabupaten Cirebon akan bermunculan.
“Adanya Kompetisi memberikan kesempatan bagi pemain untuk unjuk bakat dan kemampuan. Karena pemain hebat pun lahir dari sebuah kompetisi yang kontinyu dan berjenjang,” ungkapnya. (Ali)
Pecatur Kabupaten Cirebon Sumbang Dua Perak di Porpemda Jabar
SUMBER,.-
Pecatur Kabupaten Cirebon, Usman Narastubin menyumbangkan dua medali perak dalam Pekan Olahraga Antar Pemerintah Daerah (Porpemda ) XIII /2017 Jawa Barat (Jabar), di Kabupaten Bandung.
Kemenangan satu dari lima pecatur yang dikirim Kabupaten Cirebon ini berhasil meraih medali perak setelah dikalahkan pecatur kontingen Kabupaten Bogor dengan pertandingan yang sengit. Sumbangan medali tersebut, menambahkan raihan medali guna memenuhi target perolehan medali kontingen kabupaten Cirebon Sebagai agar bisa meraih gelar juara umum Porpemda XIII tahun 2017.
Manajer tim catur, H. Supadi Priatna yang didampingi pelatih, Eka Madya, Minggu (3/12/2017) mengatakan, perjuangan Usman Narastubin yang tampil di nomor beregu dan perorangan di Porpemda berakhir setelah dikalahkan pecatur Kabupaten Bogor.Sehingga harus puas berada di posisi kedua dan berhak meraih medali perak.
“Alhamdulillah, meskipun belum berhasil meraih medali emas, kami tetap bersyukur dan bangga bisa berprestasi di Porpemda,” ucapnya.
Menurut Eka, pihaknya sangat optimistis kontingen Pemkab Cirebon bisa merebut prestasi sesuai dengan yang ditargetkan , mengingat kebersamaan antaranggota kontingen mampu menjadi motivasi bagi semua atlet untuk berjuang lebih maksimal .
“Menang dan kalah itu merupakan hal biasa dalam pertandingan, tapi wajar kalau kita tetap berusaha untuk daerah. Karena kemenangan itu merupakan kebanggan bagi semua pihak, termasuk para atlet dan masyarakat kabupaten Cirebon,”tuturnya.(Ali)
Tim Taekwondo Kota Cirebon Raih Medali Emas di UGM Championship
HARJAMUKTI,.-
Tim Taekwondo Kota Cirebon berhasil meraih empat medali emas pada kejuaraan UGM Taekwondo Championship 2017, di GOR Lembah UGM Yogyakarta pada 1-3 Desember 2017.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) Taekwondo Indonesia (TI) Kota Cirebon, Suwiriyadi melalui asisten pelatih, Esti Dwi Wahyuni , Senin (4/12/2017) menyebutkan, dari 13 taekwondoin yang mengikuti even ini, empat di antaranya, Nana Supriyatna (senior under 68 kg), Dyva Santya Apriandra (senior under 46 kg), Arizul Mizyal Alfarisi (kadet under 40 kg), Izzwah Nauroh (kadet under 47 kg) mampu mencapai prestasi tertinggi dengan membawa pulang emas.
Kemudian lima atlet mendapatkan perak yakni Rifgoh Zaidah (poomsae individu kadet), Rohim Ali Akbar (junior under 59 kg), Ariz Rizal (junior under 48 kg), Iqbal Bukhari (senior under 54 kg), dan Caka Patala (junior under 55 kg). Ditambah Anggie Putri (poomsae individu senior), Nazwa Sindi (kadet under 37 kg), Adinda Zabrina (kadet under 41 kg), dan Billy Darmawan (kadet under 48kg) yang menyumbangkan perunggu.
“Kami bersyukur semua berjalan lancar dan pulang tidak dengan tangan hampa. Keikutsertaan di kejuaraan ini diharapkan bisa semakin mengasah kemampuan dan menambah pengalaman bertanding atlet. Sehingga akan bermanfaat untuk mereka dalam menghadapi even-even selanjutnya,” kata dia.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Kota Cirebon, Hj Wati Musilawati sangat mengapresiasi prestasi yang dicapai para taekwondoin Kota Cirebondi kejuaraan tersebut.
“Diharapkan para atlet dapat pengalaman baru, sekaligus mampu mematangkan teknik mereka untuk menghadapi Porda,” ujarnya.(Ali)
Olahraga Tradisional Butuh Kepedulian Semua Pihak
SUMBER,.-
Olahraga tradisional yang sudah tergerus perkembangan zaman, harus menjadi perhatian serius semua pihak untuk kembali memasyarakatkan dan melestarikan warisan leluhur bangsa ini.
Divisi Pelestarian dan Pembudayaan Olahraga Tradisional Komunitas Olahraga Tradisional Indonesia (KOTI) Pusat, Taufik Hidayat Suharto saat berkunjung ke Cirebon mengungkapkan, keberadaan olahraga tradisional yang sudah mulai tergeser bahkan nyaris punah saat ini, memerlukan upaya serius dari semua pihak untuk kembali membangkitkan dan melestarikannya.
Karena itu keberadaan KOTI merupakan salah satu jawaban untuk melestarikan olahraga tradisional, agar bisa bertahan dan eksis. Sekaligus memasyarakatkan olahraga tradisional terutama kepada generasi muda.
“Melihat anak-anak sekarang yang tidak mengenal permainan dan olahraga tradisional, tentunya ini sangat memprihatinkan, untuk itu KOTI konsen dalam menjaga dan melestarikan olahraga tradisional agar tidak punah,” tuturnya kepada KC Online, Senin (4/12/2017).
Ia menyebutkan, saat ini kepengurusan KOTI baru ada di 6 provinsi serta 35 kota dan kabupaten. Namun sudah ditargetkan ke depannya di semua provinsi terbentuk kepengurusan KOTI.
Wadah
Sementara Wakil Ketua Pengurus KOTI Kabupaten Cirebon, Yayan Wardianto mengungkapkan, di Kabupaten Cirebon, KOTI baru terbentuk pada 30 Oktober 2017, dengan menjadi kabupaten ke-11 di Jawa Barat yang sudah terbentuk kepengurusan KOTI.
“Alhamdulillah di Kabupaten Cirebon sekarang sudah ada wadah untuk melestarikan olahraga tradisional dan pemerintah daerah pun dalam hal ini Disbudparpora dan Dinas Pendidikan (Disdik) sangat mendukung keberadaan KOTI,” katanya.
Kemudian pihaknya pun sudah membuat berbagai program, diantaranya dalam waktu dekat KOTI akan mengadakan workshop dan sosialisasi kepada seluruh guru yang ada di Kabupaten Cirebon dengan menggandeng Disdik.
“Dengan harapan para guru olahraga ini nantinya bisa kembali mengenalkan olahraga tradisional kepada siswanya, sehingga warisan leluhur ini bisa tetap terjaga kelestariannya,” katanya.(Ali)
Percasi Kota Cirebon Incar Emas di Porda
KESAMBI,.-
Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Cirebon mengusung target untuk bisa meraih medali emas di Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat (Jabar) 2018.
Sekretaris Umum Pengcab Percasi Kota Cirebon, Surya Nurhayat, mengungkapkan, di babak kualifikasi (BK) meloloskan Andi Sela MP, Heriyanto MN, M. Muksin, Nico Hadi Harlan dan Surya Nurhayat (beregu putra), kemudian Khonsa Az Zahraa, Ratih Kusumadewi, Afina Lutfi Bawazier dan Suci Tasya Sismayanti (beregu putri), serta Sandi Hermawan (perorangan putra) dan Feminda Dwi Sismayanti (perorangan putri).
Sedangkan, dua nomor lainnya tidak lolos, yakni perorangan putra, Suryadi Sulaeman dan perorangan putri, Regita Nisrina.
“Alhamdulilah kami bisa merebut 1 dari 13 tiket lolos ke babak utama Porda. Tentunya ini tidak lepas dari perjuangan para atlet,”katanya.
Setelah meloloskan empat nomor ke Porda, pihaknya pun mengusung target bisa menyumbangkan emas bagi kontingen Kota Cirebon. Mengingat peluang untuk meraih emas sangat besar, dengan 22 medali yang diperebutkan.
“Kami akan berjuang sekuat kemampuan yang dimiliki, masa sih dari 22 emas yang diperebutkan tidak bisa meraih 1 emas pun,” ucapnya.(Ali)
Pebulutangkis Kota Cirebon Siap Bersaing di BK Porda
KESAMBI,.-
Tim bulutangkis Kota Cirebon, bertekad untuk bisa meraih tiket ke Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat 2018, dengan melewati hadangan para pesaingnya di babak kualifikasi (BK) yang berlangsung Senin-Jumat (11-15/12/2017).
Tim dilepas langsung jajaran KONI Kota Cirebon di aula KONI setempat, untuk mengikuti babak kualifikasi Pekan Olahraga Daerah (BK Porda) 2017, Senin (11/12/2017).
Diharapkan dalam ajang multieven yang akan dilangsungkan di Bogor mulai tangggal Senin-Jumat (11-15/12/2017) itu, tujuh atlet putra Kota Udang ini dapat lolos dan bisa mengikuti babak utama Porda 2018 mendatang.
Sekretaris Umum Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI)PBSI Kota Cirebon, Nasir Yusuf saat pelepasan atlet untuk BK Porda oleh KONI, Senin (11/12/2017) mengungkapkan, di BK Porda pihaknya menurunkan tujuh atlet putra, yakni Rizki Akbar Sani Muharom, Gilang Yuda Kusuma, Afdal Andra, Riski Iman Taufik, Habib Fadil Efendi, Berlianto Putra Mahardika dan Andre Irfandi. Mereka akan bertanding di kategori beregu.
“Kami hanya mengikutsertakan atlet putra di BK Porda, sementara untuk atlet putri belum bisa mengirimkan karena atletnya tidak ada,” ungkapnya.
Menurutnya, di BK pihaknya sengaja mengikuti kategori beregu terlebih dahulu. Karena jika lolos di putaran pertama, praktis seluruh atlet yang bertanding akan melaju ke Porda. Sebaliknya jika gagal di BK, maka di Porda hanya bisa mengikuti kategori perorangan.
“Karena itu kami sangat berharap, dari BK ini semua atlet bulutangkis bisa lolos ke babak utama Porda ,” katanya.
Ketua Umum KONI Kota Cirebon, Hj Wati Musilawati menyatakan dukungannya pada perjuangan para pebulutangkis Putra Kota Cirebon yang akan berlaga di BK Porda
“Tentunya kami pun sangat mengharapkan seluruh atlet cabang olahraga yang belum mengikuti BK Porda, bisa bersiap dan berlatih maksimal agar bisa lolos serta mampu meraih sukses,” tuturnya.(Ali)
17 Kontingen Biliar Siap Bertarung
KESAMBI,.-
Sebanyak 200 atlet dari 17 Kontigen Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonedia (POBSI) Pemprov Jabar menggelar Babak Kualifikasi (BK) Porda XIII Cabang Olahraga Biliar di Arena Spot Biliar Jalan Cipto, Kota Cirebon, Kamis-Kamis (14-21/12/2017).
Ketua Umum Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Jabar, Ali Rachman mengatakan, ratusan pebiliar dari 17 Pengcab POBSI se-Jabar akan bertarung untuk bisa lolos babak utama di perhelatan Porda 2018 di Bogor mendatang.
“BK Porda ini merupakan rangkaian sistem pembinaan atlet dan dari hasil Porda nanti dipersiapkan menuju PON 2020 di Papua. Diharapkan atlet biliar Jawa Barat harus berjiwa patriot, semangat dan penuh spirit untuk meraih prestasi terbaik,” tegasnya, Jumat (15/12/2017).
Lebih jauh dikatakan Ali, pada PON XIX 2016 di Bandung, kontingen Biliar Jabar memberi kontribusi dengan meraih 3 medali emas, 3 perak dan 5 perunggu dimana cabor biliar Jabar pada PON sebelumnya belum meraih medali. “Alhamdulillah target Jabar Kahiji tercapai dan tampil sebagai juara umum PON XIX,” terangnya.
Sementara itu, Ketua Panitia BK Porda Cabor Pobsi, Sumarno menjelaskan, peserta BK diikuti oleh 168 atlet terdiri dari 134 atlet putra 34 atlet putri. “Dengan sistem pertandingan double elimination. Bola 8, 9, 10 dan 15. Ditambah Mix double, Snoker dan Carom,” tandasnya.(Ali)
16 Atlet IPSI Kota Cirebon Optimistis Lolos BK Porda
BOGOR,.-
Sebanyak 16 atlet Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Cirebon, siap tampil maksimal dalam perhelatan babak kualifikasi pekan olahraga daerah (BK Porda) 2017 yang akan berlangsung di Gor Cisarua, Kabupaten Bogor, Minggu (17/12/2017).
Puluhan Pesilat Kota Wali ini, akan berlaga selama empat hari yakni Senin-Kamis (18-21/12) mendatang, untuk kemudian dapat merebut tiket lolos babak utama porda 2018 di Bogor.
Ketua umum (Ketum) Ikatan Pecak Silat Indonesia (IPSI) Kota Cirebon, Bambang Pranoto mengatakan, ada 16 atlet terdiri dari 6 putri dan 10 putra yang akan diturunkan dalam perhelatan multieven nanti. “Untuk nomor kami ikuti 16 nomer kecuali dua yakni ganda dan beregu karena batasan usia,” ujarnya usai pelepasan atlet di aula Koni Kota Cirebon.
Dilanjut Bambang, pihaknya optimistis di ajang ini IPSI Kota Cirebon bisa meningkatkan prestasi. Sekalipun ada pembatasan usia, Bambang masih meyakini perolehan prestasi di Porda Jabar 2014 yang lalu dapat dipertahankan dan meningkat.
“Di BK ini peluang kita dengan kontingen lain sama rata, kami juga optimis bisa meraih sebanyak mungkin emas,” tegasnya.
Relatif merata
Bambang menambahkan, peta kekuatan antar daerah masih relatif merata. Sekalipun atlet-atlet pencak silat senior di ajang PON dan Porda 2014 yang lalu tidak ikut bertanding lagi, pihaknya optimistis mempertahankan perolehan tiga medali emas.
Kendati atlet-atlet Pencak Silat senior tidak dapat ikut bertanding karena terkendala usia, Ketua Umum Koni Kota Cirebon, Hj. Wati Musilawati sangat mendukung keputusan Pengda Cabor IPSI.
“Dengan adanya pembatasan usia ini, merupakan bentuk regenerasi dan terobosan dari pengda agar semuanya mendapatkan kesempatan. Semoga peluang yang ada ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” harapnya.(Ali)
Delapan Atlet Kempo Kota Cirebon Melaju ke Porda
BOGOR,.-
Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Kempo Indonesia (Perkemi) Kota Cirebon, membuktikan diri layak bersaing di babak utama Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat (Jabar) 2018, setelah memastikan delapan atletnya lolos dari babak kualifikasi (BK) yang digelar di Indonesia Peace and Security Center (IPSC) Sentul, Babakanmadang, Kabupaten Bogor, Kamis-Minggu (23-26/11/2017).
Ketua Pengcab Perkemi Kota Cirebon, Bhakti Adhyaksana, Senin (27/11/2017) menyebutkan, atlet binaannya yang berhasil menembus Porda, terdiri dari Rahmat Aziz (randori putra kelas 65 kg), Galih (randori putra kelas 70 Kg), Sigit (randori putra kelas 75 kg), Fauzia (randori putri kelas 55 kg), Rossa (randori putri kelas 60 kg), dan Nisa (randori putri kelas 65 kg).
Ditambah Inggrid, Saskia dan Sopiah Ananta (enbu pasangan putri kyukenshi) serta Nisa, Sopiah, Mela, dan Inggrit (enbu beregu putri kyukenshi).
“Atlet-atlet tersebut lolos, setelah di BK nomor enbu berada di posisi empat, randori putra di peringkat lima besar, dan randori putri di enam besar,” katanya.
Menurutnya, selain BK menjadi tahapan atau syarat yang harus dilalui setiap atlet atau cabang olahraga untuk bisa mengikuti Porda, even ini juga merupakan wahana yang tepat untuk mengevaluasi seluruh program pembinaan yang telah dilaksanakan.
“Tentunya kami bangga dengan raihan ini. Ke depannya kami akan selalu meyakinkan kepada para atlet bahwa mereka memiliki kemampuan untuk mencapai kemenangan dan meraih medali di Porda 2018,” tuturnya
Dikemukakannya, setelah melihat semangat berjuang atlet di BK, pihaknya optimistis bisa mewujudkan cita-cita untuk meraih prestasi di Porda dan menyumbangkan medali untuk kontingen Kota Cirebon.
“Setelah melalui BK Porda, kami yakin bisa memaksimalkan seluruh potensi yang ada untuk mencapai prestasi,” ujar Bhakti.
Sementara itu, Ketua Umum (Ketum) KONI Kota Cirebon, Hj Wati Musilawati berpesan agar kedisiplinan atlet harus dijaga. Karena dengan selalu fokus saat bertanding, maka hasil yang diraih bisa maksimal. “Para atlet harus bisa menunjukan prestasi untuk mengharumkan nama Kota Cirebon,” ucapnya.(Ali)
PTMSI Kota Cirebon Terus Asah Kemampuan Atlet
KESAMBI,.-
Meski belum mengetahui pasti waktu pelaksanaan Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat (Jabar) 2018 untuk cabang olahraga (cabor) tenis meja akan digelar, Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kota Cirebon terus mengasah kemampuan para petenis andalannya.
Ketua Umum Pengcab PTMSI Kota Cirebon, Ma’ruf Nuryasa, Selasa (28/11/2018), mengatakan, menghadapi BK Porda pihaknya tetap melaksanakan program pembinaan dengan latihan intensif, dan menggelar simulasi pertandingan.
“Ini bertujuan untuk memaksimalkan kemampuan para petenis menjelang BK yang diperkirakan berlangsung pada Desember,” ungkapnya.
Menurut Ma’ruf, dengan petenis Kota Cirebon belum bisa berbicara banyak di BK Porda sebelumnya, membuat pihaknya termotivasi untuk lebih maksimal menggembleng para atlet, agar bisa mendorong peningkatan kemampuan terbaiknya di BK.
“Sangat diperlukan latihan rutin untuk para petenis, karena target kami lolos dulu untuk kemudian berbicara di Porda 2018,” ujarnya.(Ali)
Kempo Bertekad Tampil Maksimal di Porda
LEMAHWUNGKUK,.-
Meski belum bisa memperoleh medali pada Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat (Jabar) 2018, Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Kempo Indonesia (Perkemi) Kota Cirebon, optimistis atlet-atletnya bisa tampil lebih maksimal di babak utama Porda.
Ketua Pengcab Perkemi Kota Cirebon, Bhakti Adhyaksana, Rabu (29/11/2017) mengemukakan, bisa berlaga di Porda merupakan kesempatan yang bagus bagi pihaknya untuk menunjukkan hasil dari pembinaan yang dilaksanakan dan memberikan kontribusi bagi prestasi olahraga Kota Cirebon.
Sehingga, pihaknya tidak akan menyia-nyiakan momentum tersebut untuk bisa mendulang prestasi, dengan berupaya mendorong para atletnya untuk siap bersaing dengan peserta lain di multievent olahraga terbesar di Jabar tersebut.
“Jika tidak berjuang dari sekarang, maka peluang Kempo Kota Cirebon untuk bisa menjadi cabor yang sukses akan hilang. Karena itu kami bertekad untuk bisa tampil maksimal di Porda,” katanya.
Selain itu menurut Bhakti, tampil di Porda merupakan wahana bagi kempo untuk bisa dikenal masyarakat luas. Sehingga nantinya kempo bisa memiliki banyak atlet yang bisa dibina untuk memberikan prestasi bagi Kota Cirebon.
“Latihan rutin tiga kali dalam sepekan rutin dilaksanakan, untuk menggodog atlet yang diproyeksikan berlaga di Porda 2018,” katanya.(Ali)
Kabupaten Cirebon Gagal Pertahankan Predikat Juara Umum Porsenitas
SUMBER,.-
Kontingen Kabupaten Cirebon gagal mempertahankan gelar juara umum pada Pekan Olahraga dan Seni Antar Daerah Perbatasan (Porsenitas) Kunci Bersama Jawa Barat dan Jawa Tengah 2017, di Kabupaten Kuningan. Mereka harus puas menjadi runner up juara di bawah tuan rumah, dengan meraih 9 medali emas, 5 perak dan 6 perunggu.
Kepala Bidang Olahraga Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Cirebon, Dadang Raiman, Rabu (20/12/2017) mengungkapkan, hasil yang diraih sudah merupakan pencapaian maksimal yang dipersembahkan para atlet Kabupaten Cirebon.
“Mempertahankan memang lebih sulit dari pada saat merebutnya, sehingga dengan hasil ini kami tetap bangga karena kontingen Kabupaten Cirebon masih mampu meraih posisi runner up,” katanya.
Namun demikian, lanjutnya, hasil ini akan tetap menjadi bahan evaluasi, agar pada pelaksanaan Porsenitas berikutnya bisa meraih hasil yang lebih baik lagi.
Sementara itu, dari 9 medali emas yang diperoleh, 4 diantaranya dari cabang olahraga catur dan tenis meja, ditambah 1 emas dari biliar.(Ali)
FPTI Kota Cirebon Ikuti 11 Nomor Lomba
KESAMBI,.-
Tujuh atlet panjat tebing Kota Cirebon mengikuti Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat (Jabar) 2018, di GOR Padjajaran dan Saparua Kota Bandung, pada 15-22 Desember 2017.
Sekretaris Pengurus Cabang (Pengcab) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Cirebon, Lita Insani, menyebutkan, pada BK kali ini pihaknya menurunkan tujuh atlet yang terdiri dari empat putra dan tiga putri, yakni, M Riyanto (lead perorangan), Roby Agung Saputra (lead perorangan dan tim, serta boulder perorangan dan Mix), Firman Adhiman (lead tim dan Mix, serta boulder perorangan dan mix), dan Andi Kardiman (lead tim).
Kemudian Ma’aratus Sholeha (lead perorangan, tim dan mix serta boulder perorangan dan mix), Nafilah Al Abror (lead perorangan dan tim serta boulder perorangan dan mix) serta Afifah Nurshofarul (lead tim).
“Kami berharap para atlet dapat berjuang maksimal untuk lolos ke babak utama Porda,” katanya.(Ali)
Olahraga
SUBANG,.-
Dua atlet balap motor Kota Cirebon berhasil merebut tiket Porda Jawa Barat (Jabar) 2018 setelah berjuang dalam babak kualifikasi (BK) yang berlangsung di sirkuit Gery Mang, Kabupaten Subang, Minggu (17/12/2017).
Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Cirebon, Siswanto melalui manajer tim , Hendi mengatakan, pihaknya hanya mengikuti tiga dari empat nomor yang dipertandingkan dalam BK, yakni perorangan 125 cc, Axel Jahuar Putra, perorangan 150 cc, Shiswanto dan beregu 150 cc, Shiswanto dan Agus Hadi Saputra dan meloloskan perorangan 125 cc dan perorangan 150 cc.
Sedangkan, untuk beregu 150 cc pasangan Shiswanto dan Agus Hadi Saputra tidak mampu lolos lantaran berada di urutan 26 dan 36 dari total 36 kontingen yang berlaga di nomor tersebut.
“Untuk perorangan 125 cc kami lolos diurutan 17 dari total 19 kontigen, sementara perorangan 150 cc kami berhasil finis diurutan 13 dari total 19 kontingen, ungkapnya.
Dengan hasil BK ini, kata Hendi, merupakan angin segar untuk kemajuan olahraga otomotif di Kota Cirebon. “Untuk itu kiranya pemerintah daerah dapat memberikan fasilitas berlatih atau meminjamkan lahan kosong untuk latihan rutin agar prestasi benar-benar nyata dan mampu bersaing hingga tingkat nasional,”tuturnya.
Sementara itu, Ketua Umum Koni Kota Cirebon, Hj Wati Musilawati sangat mengapresiasi lolosnya dua atlet balap motor di BK Porda , dan ini merupakan wujud kemajuan yang nyata.(Ali)
Olahraga
Perenang Kiki Swimming Club Sabet Prestasi
Kiki Swimming Club Cirebon memborong 10 medali emas, 24 perak dan 20 perunggu dari Kejuaraan Renang Fun Swimm Gurita Cup 2, di kolam renang Hotel Agusta Sukabumi, pada 16-17 Desember 2017. Keikutsertaan di even ini, merupakan ajang untuk menguji kemampuan dan menambah jam terbang perenang binaan klub asal Kecamatan Sumber tersebut.
Pada kejuaraan tersebut, 11 perenang berlaga di 54 nomor lomba, diantaranya Aleandra Kanaya Kiswadandira yang meraih perunggu dari nomor 25 meter gaya kaki dada papan KU VA puteri dan 25 meter gaya kaki bebas.
Kemudian Maharani Putri Rosadi di nomor 25 meter dada papan KU VA putri (perak), 25 meter tangan bebas pullboy (emas), 25 meter kaki kupu fin papan (perak) dan sebagainya. Perenang lainnya, Nazwa Nur Aulia, berlaga di nomor 25 meter tangan bebas pullboy KU VB putri (perak), nomor 25 meter kaki bebas fin papan (perak).
Kemudian Almira Khanza Tsurya dari nomor 25 meter kaki dada papan KU VB puteri (perak), 25 meter tangan bebas pullboy (perak), 25 meter gaya dada (perunggu), serta Tyas Nanda Anisa di nomor 50 meter kaki dada papan KU IV puteri (perunggu), 50 meter tangan bebas pullboy (perunggu), 50 meter gaya punggung (emas) dan sebagainya.
Selanjutnya, Calvira Izumi Kianra Iman, tampil di nomor 25 meter tangan bebas pullboy KU VB puteri (perak), 25 meter kaki kupu fin papan (perak), 25 meter kaki bebas fin papan papan (perak), dan Arin Listya Gayatri dari nomor 25 meter kaki bebas fin papan KU VB puteri (perak), 25 meter gaya punggung (perunggu), 25 meter gaya dada (emas).
Lalu, Nafiariezky Aleifea di nomor 50 meter tangan bebas pullboy KU IV puteri (perak), 50 meter kaki bebas fin (perak), serta Syahla Salsabila Sofyan yang berlomba di nomor 50 meter kaki dada papan KU IV puteri (perak), 50 meter tangan bebas (emas), 50 meter kaki bebas (emas) dan sebagainya.
Ditambah perenang putra Ihsan Hari Ramadan yang unggul di nomor 25 meter tangan bebas pullboy KU VB putera (emas), 25 meter gaya punggung (emas) dan Bhanu Dewangga di 50 meter tangan bebas pullboy KU IV putera (perunggu), 50 meter gaya punggung (perak) dan sebagainya.
“Kami bersyukur dan bangga dengan pencapaian para perenang di kejuaraan ini. Semoga keberhasilan ini bisa memicu motivasi mereka untuk lebih giat berlatih dan meraih prestasi setinggi-tingginya. Teruslah berusaha untuk menuju masa kejayaan,” ungkap pelatih Kiki Swimming Club, Susanto.(Ali)
Olahraga

KESAMBI,.-
Tim panahan Kota Cirebon berhasil mengemas dua medali emas, empat perak dan dua perunggu dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) Panahan sekaligus Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat (Jabar) 2018, di lapangan Dadaha Tasikmalaya yang berakhir Rabu (20/12/2017) .
Pelatih tim panahan Kota Cirebon, Tedi Suhaedy, menuturkan, medali yang diraih di even tersebut masing-masing disumbangkan Wahyu Nugraha yang berhasil menyabet satu emas dan dua perak dari nomor recurve kualifikasi jarak 75 meter dan beregu putra recurve.
Kemudian dari recurve beregu putra, Wahyu, Azis dan Galang mempersembahkan satu perak, ditambah dari Vania Avissa Salsabila yang memetik satu perak serta perunggu dari beregu putri yang beranggotakan pemanah Vania, Ineke dan Fina.
Sementara di hari terakhir, Angga menambah pundi medali emas dan perunggu dari nomor 40 meter divisi nasional (standar bow). Sedangkan Rovi, Rivaldi dan Ahmad di beregu putra divisi nasional hanya mampu bercokol di urutan 11 dari 23 tim, meski mereka tetap lolos ke Porda karena batasnya sampai posisi ke-16.
“Kami patut bersyukur dan bangga dengan prestasi ini, tidak hanya meloloskan para atlet ke Porda, juga bisa membawa pulang medali,” katanya.
Menurutnya, prestasi yang diraih para atlet di even tersebut tidak lepas dari upaya keras mereka saat menjalani latihan dan berlangsungnya kejuaraan. Karena tanpa tekad dan semangat yang kuata serta kemampuan yang unggul, prestasi akan sulit didapatkan.
Apalagi lanjutnya, keberadaan atlet andalan Kota Cirebon, Wahyu yang pernah berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/Jabar, pada nomor compound memiliki pengalaman dan kompetensi yang unggul. “Diharapkan ketika Porda 2018, Wahyu bisa meraih prestasi tinggi,” ujarnya.(Ali)
Hiburan
Kumpulan Kunci Gitar Piterpan
Piterpan - Ada Apa Denganmu
intro ; A..E..A..E (2x)
A E
Sudah maafkan aku segala salahku
A E
Dan bila kau tetap bisu ungkapkan salahmu
D A
Dan aku sifatku dan aku khilafku
D A
Dan aku cintaku dan aku rinduku
A E
Sudah lupakan semua segala berubah
E A
Dan kita terlupa dan kita terluka
reff
D A
Kutanya malam dapatkah kau lihatnya perbedaan
Yang tak terungkapkan
D F#m
Tapi mengapa kau tak berubah
A E
Ada apa denganmu
D
Hanya malam dapat meleburkan
A
Segala rasa yang tak terungkapkan
D F#m
Tapi mengapa kau tak berubah
A E
Ada apa denganmu
Piterpan - Aku dan Bintang
Intro: C C Am C F C G
*
C G Am
Lihat ke langit luas
C G Am
Dan semua musim terus berganti
C G Am
Tetap bermain awan
F C G
Merangkai mimpi dengan khayalku
F C G
Selalu bermimpi dengan hariku
C G Am
Pernah kau lihat bintang
C G Am
Bersinar putih penuh harapan
C G Am
Tangan halusnya terbuka
F C G
Coba temani, dekati aku
F C G
Selalu terangi gelap malamku
Chorus
F C
Dan rasakan semua bintang
Am C F
Memanggil tawamu terbang ke atas
C Am G
Tinggalkan semua, hanya kita dan bintang
Interlude : C G Am x2
*
Chorus
Interlude : F C Am C F C Am G
Chorus
F C
Yang terindah meski terlupakan
Am C F
Dan selalu terangi dunia
C Am G
Mereka reka hanya aku dan bintang
Rabu, 20 Desember 2017
Olahraga
Berkat Dukungan Orang Tua, Fatra Juarai Event Antar Pelajar
KESAMBI, (KC).- Berkat doa serta dukungan dari kedua orang tua, menjadikan semangat tersendiri bagi kalangan atlet saat berlaga disebuah ke...

