Jumat, 22 Desember 2017
Soal Proposal, KONI Kota Cirebon Siap Dialog
KEJAKSAN,.-
Ketua KONI Kota Cirebon, Wati Musilawati mengapresiasi masukan yang diberikan Ketua Komisi C DPRD setempat mengenai anggaran untuk Porda 2018 di Bogor. Namun demikian, KONI sangat menyayangkan sikap Ketua Komisi C, Doddy Aryanto yang lebih suka bicara di media ketimbang sewaktu hearing di dewan.
“Pada prinsipnya KONI sangat membuka diri untuk dialog terhadap siapa pun insan olahraga, apalagi Komisi C yang salah satu tugasnya mengawasi masalah olahraga,” jelas Wati kepada KC Online, Jumat (24/11/2017).
Wati mengaku, pihaknya sudah melakukan pemaparan terkait proposal yang diajukan pada 3 November 2017 lalu di Griya Sawala gedung dewan. Sayanganya, saat itu ketua Komisi C berhalangan hadir karena ada tugas yang tidak bisa ditinggalkan.
“Dalam pemaparan itu KONI diterima anggota Komisi C lainnya yang kebetulan juga menjadi ketua cabor, sehingga sangat memahami kebutuhan pembinaan olahraga prestasi, apalagi menjelang menghadapi babak utama Porda XIII 2018. Kami juga sampaikan kebutuhan bonus yang bisa menjadi penyemangat atlet dan pelatih,” beber dia.
Meski demikian, lanjut Wati, apabila diperlukan KONI bersedia untuk dialog lagi, sehingga hal-hal yang belum terinformasikan bisa disampaikan lebih jelas lagi.
“Tentu komisi C yang menangani olahraga lebih paham bahwa Bapopsi adalah badan fungsional yang saat ini ada di bawah naungan KONI, namun untuk bantuan CSR untuk keolahragaan belum diatur dalam perda. Hal ini bisa dilihat dalam Pasal 8 Perda Nomor 14 Tahun 2012 mengenai tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL),” jelasnya.
Oleh sebab itu, tambah Wati, perlu segera dibuat payung hukumnya agar CSR yang ada bisa dimanfaatkan untuk membantu pembinaan atlet prestasi sesuai masukan dari Doddy.
Tiga kegiatan
“Proposal yang diajukan KONI tahun 2018 memang besar karena mencakup tiga kegiatan sekaligus, yaitu untuk biaya rutin KONI, biaya kegiatan Porda 2018 serta bonus atlet. Terkait berapa yang akan diberikan untuk KONI, tentu ini menjadi kebijakan DPRD dan walikota. Meski begitu, KONI siap apabila diminta presentasi lagi, karena bicara soal olahraga prestasi tidak cukup hanya sekali, tapi perlu komunikasi yang terus menerus, supaya jika ada sudut pandang yang berbeda dalam menyikapi olahraga prestasi dapat diluruskan bersama. Insya Allah kami seluruh pengurus KONI akan terus komitmen mengemban amanah yang diberikan dan akan berusaha maksimal untuk mendukung program seluruh cabor yang ada di KONI,” tambah Wati.
Sementara itu, pengurus KONI Bidang Sarana dan Prasarana, Yuliarso menjelaskan, seharusnya Ketua Komisi C lebih intens terhadap pengawasan keolahragaan.
“Jadi jangan ujug-ujug bicara masalah anggaran, karena duduk persoalannya belum paham. Jadi kalau ujug-ujug bicara kesannya kurang baik,” ungkap Yuliarso.
Dia menandaskan, soal proposal yang diajukan KONI untuk kegiatan Porda, pembinaan atlet berprestasi sudah disampaikan saat hearing dengan Komisi C.
“Dalam hearing tersebut banyak anggota dewan yang setuju karena di antara mereka juga jadi ketua cabor. Waktu hearing, teman-teman Komisi C paham ada even Porda di Bogor. Jadi jangan terburu-buru menanggapi anggaran yang diajukan KONI. Tanya dulu sama anggota lainnya. Sebab, masalah olahraga prestasi butuh anggaran besar. Jadi, sebaiknya KONI diberi kesempatan lagi hearing untuk menjelaskan semuanya. Jangan sampai ketika rapat tidak hadiri tapi tiba-tiba bicara di kora,” imbau Yuliarso.(Ali)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Berkat Dukungan Orang Tua, Fatra Juarai Event Antar Pelajar
KESAMBI, (KC).- Berkat doa serta dukungan dari kedua orang tua, menjadikan semangat tersendiri bagi kalangan atlet saat berlaga disebuah ke...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar