Sabtu, 27 Januari 2018

Berkat Dukungan Orang Tua, Fatra Juarai Event Antar Pelajar

KESAMBI, (KC).-

Berkat doa serta dukungan dari kedua orang tua, menjadikan semangat tersendiri bagi kalangan atlet saat berlaga disebuah kejuaraan. Salah satunya, peraih emas diajang Popkota 2017 cabang Olahraga Bulutangkis tunggal Putra, Fatra Nur Bahari.

Belum lama ini, Fatra sapaan akrabnya, mengikuti sebuah ajang pencarian bakat FKIP yang di gelar di Taman Pemuda, Unswagati Kota Cirebon. Benar saja kemampuannya yang mempuni, membawanya menjadi juara di ajang tersebut.

Salah satu Siswa yang duduk di bangku kelas tiga di SMA Negeri 5 Kota Cirebon ini, menyabet gelar juara satu di nomer tunggal putra mengalahakan perwakilan SMA lainnya di Kota Cirebon.

"Tentunya senang meraih juara satu di Kejuaraan ini, ini tidak lepas dari dukungan Pelatih, Kepala Sekolah maupun Guru dan Wali murid yang telah membimbing dan membina saya dengan bekerja keras dan juga tidak lupa berkat dukungan suport dari doa kedua orang tua,"katanya saat ditemui KC. Sabtu (28/1/2018).

Kendati demikian, Anak pertama dari tiga bersaudara, pasangan Sahril Darmansyah dan Siska ini, tidak mau berpuas diri lantaran masih ada banyak waktu untuk lebih memantapkan permainan bulutangkisnya.

"Kedepannya saya tetap harus menambah jam latihan dan traning dalam olahraga bulutangkis agar kemampuan saya lebih maxsimal lagi," ujarnya.

Sekdar informasi, tiga siswa SMA Negeri 5 Kota Cirebon berhasil menjuarai ajang pencarian bakat antar SMA se Kota Cirebon dengan Juara umum tunggal putra, Fatra Nur Bahari, juara Dua, Berlianto Putra Mahardika, Dan Juara Tiga, Habib Fadlil. (Ali/Job/KC).

Jumat, 26 Januari 2018

Imigrasi Cirebon Bagi-Bagi Paspor Gratis

SUMBER, (KC).-

Dalam rangka memperingati hari Bhakti ke 68, Kantor Imigrasi Kelas II Cirebon memberikan paspor gratis kepada pemohon pada hari ulang tahun ke 68, yang jatuh hari pada hari ini, Jum'at (26/1/2018).

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Cirebon, Muhammad Tito Andrianto menjelaskan untuk mendapatkan itu, pemohon paspor harus memenuhi syarat terlebih dahulu seperti pendaftar pertama, berumur 68 dan tanggal lahirnya di 26 Januari.

"Untuk mendapatkan paspor gratis ini yang pertama bagi pendaftar pertama, kemudian yang usianya 68 tahun dan yang ketiga lahir pada tanggal 26 Januari,"ujarnya.

Lebih lanjut, Tito mengatakan, selain memberikan paspor gratis kepada para pemohon paspor pihaknya juga memberi apresiasi kepada sejumlah hotel dan pabrik-pabrik yang berperan aktif melaporkan warga negara asing (WNA) lewat sebuah aplikasi,  APOA (Aplikasi Pengawasan Orang Asing).

"Kemudian selain itu kita memberikan penghargaan kepada hotel dan perusahaan yang aktif memberikan pendaftaran orang asing lewat aplikasi APOA," jelasnya.

Langkah tersebut, Diungkapkan Tito, guna memberikan pelayanan kepada masyarakat agar ke depan bisa lebih baik dan pengamanan serta meningkatkan pengawasan kepada orang Asing.

"Karena kami mempunyai harapan agar pelayanan kepada masyarakat lebih baik dan pengawasan kepada orang asing lebih meningkat lagi (perketat) ," imbuhnya.

Untuk kedepannya, Kantor Imigrasi Kelas II Cirebon akan lebih meningkatkan kinerjanya terutama dalam pengawasan terhadap orang asing di wilayah Cirebon salah satunya dengan cara melalukan pengecekan dokumen dan juga lapangan.

"Pengawasaannya kita yang dalam bentuk administratif, dari permohonan yang masuk dan pengawasan lapangan," pungkasnya.(Ali/Job/KC)

Senin, 22 Januari 2018

Bidik Mendali Dikejurda, PTMSI Pastikan Kesiapan Atlet

KESAMBI,.-

Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kota Cirebon akan berjuang keras untuk mengantarkan atlet-atletnya dalam berprestasi di ajang kejuaraan daerah (kejurda) tenis meja, yang bakal direncanakan berlangsung pada akhir Maret 2018 di Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

Ketua Pengcab PTMSI Kota Cirebon, Ma’ruf Nurmansyah, Minggu (21/1/2018), mengatakan pada kejurda yang merupakan pengganti babak kualifikasi (BK) Porda 2018 ini.

Selain itu, pihaknya juga akan menurunkan delapan atlet, yang terdiri dari empat putri dan empat putra, yang masing-masing akan berlaga di nomor tunggal putra dan putri, ganda putra dan putri dan ganda campuran.

Menurutnya, untuk menghadap even ini, sejak tahun kemarin pihaknya sudah melakukan beberapa persiapan berupa pemusatan latihan dan uji coba tanding melalui keikutsertaan di turnamen.

“Insya Allah masing-masing atlet kita masih mempunyai semangat yang kuat untuk berlatih secara mandiri. Kemudian ada rencana juga akan melakukan try out dan try in kepada seluruh atlet yang telah diproyeksikan,” tuturnya.

Kemudian untuk target di kejurda, pihaknya optimistis bisa membawa pulang medali. “Masalah medali emas, perak atau perunggu nanti kita lihat hasilnya saja,” ujarnya.

Sementara mengenai perubahan regulasi, Ma’ruf mengaku pihaknya tidak merasa terganggu karena sebelum aturan tersebut diterapkan, sudah melakukan beberapa persiapan, dengan materi pemain yang tidak berbenturan dengan perubahan usia.

“Alhamdulilah, dukungan KONI juga sangat luar biasa, dari mulai awal kita (jajaran PTMSI) membuat program-program prestasi PTMSI ini hampir semua di suport oleh Koni Kota Cirebon, termasuk pelaksanaan porda dan even2 lainnya,” kata dia..

Gambaran atlet

Sementara itu, Ketua Umum KONI Kota Cirebon, Hj Wati Musilawati mengatakan, pertemuan antara PTMSI dengan KONI terkait perubahan kegiatan yang awalnya PTMSI akan menggelar BK Porda pada April, kemudian diganti dengan Kejurda pada akhir Maret.

“Ini sebenarnya mempermudah tim manajer dalam melakukan penetapan atlet,” ujarnya.

Wati mengemukakan, kalo tenis meja menyelenggarakan BK di April, tentu pihaknya akan mengalami kesulitan dalam menetapkan atlet yang akan di SK-kan oleh tim manajer Porda.

“Nah kalo sekarang kan kita sudah ada gambaran atlet yang akan diturunkan, sehingga itu yang nanti akan kita sampaikan ke binpres, untuk kemudian disampaikan kepada tim manajer,” tuturnya.(Ali)

Minggu, 07 Januari 2018

Kodim 0614/Kota Cirebon Bakal Miliki Sirkuit


KESAMBI,.-

Kota Cirebon bakal memiliki sirkuit motocross dan grasstrack, yang kini sedang dibangun oleh Kodim 0614/Kota Cirebon di Jalan Pemuda, Kota Cirebon.

Komandan (Dandim) 0614/Kota Cirebon, Letkol. Inf. Heri Rustanto, menuturkan, dibangunnya sirkuit tersebut untuk memberi wadah bagi pelaku olahraga otomotif, karena masih banyak aksi balapan liar dan geng motor.

“Jadi yang mau olahraga otomotif agar tidak membahayakan orang di jalan raya, kami berikan fasilitas di sini. Syukur-syukur ke depan dengan adanya sirkuit ini bisa ciptakan prestasi, ” katanya.

Proses pembangunan sirkuit yang dibangun di atas lahan milik TNI AD itu, sudah mencapai 80 persen, dan sekitar dua minggu lagi akan bisa digunakan. Namun demikian, terkait perizinan pihaknya belum menempuhnya.

Dikemukakannya pula, dengan dibangunnya sirkuit tersebut salah satu tujuannya untuk mengamankan aset negara yang berada di bawah pengawasan TNI AD. Sehingga menghindari adanya oknum- oknum yang menyerobot, apalagi sampai mengklaim bahwa tanah itu sebagai milik pribadi.

“Ke depan, yang pasti perizinan akan kami buat dan usulkan. Sebenarnya, secara lisan kami sudah menempuhnya dengan walikota untuk meminta izin,” ungkapnya.

Lebih lanjut Dandim berharap, dengan adanya sirkuit ini bisa melahirkan bibit-bibit pembalap potensial untuk dibina demi mencetak prestasi bagi Kota Cirebon.

“Rata-rata orang nakal di jalanan itu karena tidak ada wadahnya. Begitu terwadahi, kami poles, syukur-syukur bisa berprestasi jadi pembalap,” katanya.(Ali)

KONI Jabar Bentuk Pokja Mutasi

KEDAWUNG,.-

Sebagai langkah menuntaskan persoalan mutasi atlet yang biasanya kerap terjadi menjelang penyelenggaraan even olahraga besar seperti Porda dan PON, Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat (Jabar) bakal membentuk Pokja Mutasi.

Ketua Umum KONI Jabar, Ahmad Saefudin, saat Silaturahmi dan Sosialisasi Hasil RAT KONI Jabar 2017, di Aston Cirebon Hotel, Sabtu (6/1/2018) mengemukakan, Pokja Mutasi ini akan melakukan verifikasi dan memastikan prosedur serta legalitas atlet yang melakukan mutasi, baik antar daerah di Jabar maupun yang keluar atau masuk ke Jabar.

“Dengan pembentukan Pokja Mutasi, kita harapkan persoalan mutasi atlet, dari masalah legalitas sampai perhitungan tuntas semua,” katanya.

Berdasarkan data yang dimiliki KONI Jabar, kasus mutasi atlet antar daerah di Jabar mencapai 128 kasus, sedangkan mutasi atlet yang masuk ke Jabar ada 47 kasus.

“Sementara yang keluar dari Jabar data terbaru ada tiga atlet layar. Di data KONI belum tercantum,” ujarnya.

Ia mengatakan, KONI Jabar tidak akan serta merta menerima atlet dari luar Jabar, namun harus melalui pros edur legalitas dan perhitungan terlebih dahulu.

Diakui Ahmad Saefudin, mutasi atlet bukan sepenuhnya salah atlet tetapi lebih karena kurangnya perhatian kepada atlet. Oleh karena itu, dia berharap anggaran pembinaan untuk atlet Jabar bisa dinaikan untuk 2018.

“Tahun 2017, kami hanya bisa memberikan uang pembinaan untuk peraih medali emas Rp 3 juta per bulan, dan peraih perak serta perunggu Rp 1 juta per bulan. Bagaimanapun tidak semua atlet memiliki latar belakang ekonomi yang mapan, sehingga mereka juga membutuhkan anggaran untuk membeli vitamin atau kebutuhan sekolah atau kuliah,” ungkapnya.

Sementara itu, kegiatan yang dihadiri lima pengurus KONI daerah se-wilayah Cirebon ditambah Kabupaten Sumedang dan Subang ini diselenggarakan, selain untuk bersilaturahmi ke daerah-daerah, juga mensosialisasikan sekaligus mengkomunikasikan masalah menyangkut hasil RAT 2017.

“Dari kegiatan ini juga untuk mencari masukan dalam RAT 2017, yang lebih difokuskan dan dikomunikasikan,” katanya.

Menjadi jelas

Ketua Umum KONI Kota Cirebon, Hj. Wati Musilawati sangat mengapresiasi jajaran KONI Jabar, yang telah memberikan kepercayaan kepada pihaknya untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut pada awal tahun ini.

“Dari pemaparan yang disampaikan oleh Ketua KONI Jabar, kita bisa mendapatkan penjelasan yang mungkin selama ini hanya menjadi pertanyaan, sehingga kini menjadi jelas,” tuturnya.

Menurutnya, dari silaturahmi tersebut menjadi terbuka mengenai proses mutasi, dan tim yang harus bisa menjawab pada saat ada konflik internal diantara para atlet.

“Semuanya akan kita adopsi di KONI Kota Cirebon. Sehingga perlu adanya tim yang secara khusus dipersiapkan untuk menyeleksi keabsahan dokumen para atlet,” katanya.(Ali)

PASI Kota Cirebon Genjot Kemampuan Atlet Proyeksi Porda

KESAMBI,.-

Seluruh atlet Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kota Cirebon yang telah lolos ke babak utama Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat (Jabar) 2018, akan semakin diasah kemampuannya dalam program latihan intensif tahun ini.

Manajer tim atletik Kota Cirebon, H Agus Muharam, Jumat (5/1/2018) mengungkapkan, hasil evaluasi tim pelatih akan diaplikasikan melalui program latihan khusus menuju Porda 2018 mulai bulan ini.

“Tidak ada alasan khusus mengapa (program khusus) tidak kita lakukan secepatnya. Kita cari momentum yang tepat saja. Supaya para atlet lebih fokus,”ujarnya.

Sementara itu, hasil Babak Kualifikasi (BK) Porda yang berlangsung di Kota Bandung bulan lalu tidak terlalu menguntungkan bagi atletik Kota Cirebon.
Karena salah satu atlet emas PASI, Abigail Dwi Setiadi tidak masuk tiga besar, dengan hanya finis di urutan keempat nomor lari 5.000 meter putri.

Padahal pada Porda 2014, Abigail satu-satunya peraih medali emas. Itu artinya, dia masih akan diandalkan untuk meraihnya di Porda berikutnya.

Di sisi lain, menurut Agus, Margono dan Alda Dwi Agustin, dua atlet potensial lainnya, dinilai bakal menghadapi persaingan yang lebih berat. Margono yang turun di nomor jalan cepat harus bekerja lebih ekstra dalam persaingan mendapatkan medali di Porda.

“Salah satu sebabnya adalah masih tampilnya Hendro Yap. Atlet jalan cepat asal Kabupaten Bogor yang telah tiga kali meraih emas di SEA Games. Yang terbaru, Hendro meraih emas di SEA Games 2017 di Malaysia. Selain itu, Margono juga hanya berhasil finis di peringkat kelima pada BK Porda,”ujarnya

Sementara itu, perjuangan Alda di nomor lompat tinggi pun tidak akan mudah. Dia akan bersaing dengan Ika Puspa Dewi, atlet lompat tinggi senior asal Kabupaten Kuningan yang masih juga belum habis masa kejayaannya.

“Untuk Porda 2018 kami juga tidak mau muluk-muluk. Kami pasang target satu medali emas. Dan yang paling potensial untuk mendapatkannya adalah Abigail,”ungkapnya. (Ali).

Pelti Kota Cirebon Tatap Porda 2018 Tanpa Beban

KESAMBI.-

Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) Kota Cirebon menatap Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat (Jabar) 2018 tanpa beban berat. Mengandalkan potensi daerah yang dimiliki, Pelti tidak mematok target tinggi di multieven olahraga tertinggi di Jabar ini.

Sekretaris Umum Pengcab Pelti Kota Cirebon, H Edi Hadiyat, Jumat (5/1/2018), mengungkapkan, sejauh ini atlet yang diproyeksikan untuk Porda terdiri dari Ismi Afifah, Atiqah Mutia Indah dan Shelma Revahia Dinia Lubina di sektor putri.

Kemudian untuk putra ada Prastia Safrudin, M Fikri mulyana, Asep Sunandar dan Bregastya Safrudin. Namun demikian menurut Edi, anggota tim Porda tersebut masih bisa berubah.

Artinya Pelti masih membuka peluang bagi petenis potensial Kota Cirebon lainnya untuk bergabung, karena tahapan seleksi masih berjalan. “Seleksi tetap berjalan. Jadi ada promosi dan degradasi. Kemungkinan untuk mengubah materi pemain masih terbuka lebar,” tuturnya.

Di sisi lain, Pelti enggan membuang banyak anggaran dengan merekrut petenis dari luar daerah karena hanya pemborosan. “Biaya untuk merekrut atlet dari luar daerah itu mahal. Lebih baik dananya untuk pembinaan,” katanya.

Sementara itu dari kejuaraan daerah (kejurda) yang digelar di Kabupaten Ciamis belum lama ini, atlet Kota Cirebon membawa pulang dua medali perunggu dari ajang test event Porda Jabar XIII/2018 tersebut.

Di even tersebut, tim tenis Kota Cirebon yang turun pada nomor beregu putra dan putri menghadapi lawan yang tidak mudah di babak semifinal. Tim putri menghadapi Kabupaten Bogor. Selain unggulan pertama, Kabupaten Bogor merupakan tuan rumah Porda 2018 dan sudah mempersiapkan atlet dengan maksimal.

Sedangkan tim putra, melawan tuan rumah Kabupaten Ciamis di fase empat besar tersebut. Menurut Edi, Bogor dan Ciamis diperkuat sejumlah petenis eks PON 2016.
“Anak-anak kami menunjukan performa maksimal. Persaingan di empat besar memang tidak mudah. Kami bersyukur bisa sampai ke level itu,” katanya.

“Dari segi teknis, sebetulnya atlet kami pun bisa mengimbangi. Tapi ketahanan fisik, stamina dan power kita kalah. Itu karena pola latihan yang berbeda. Atlet dari tim elit seperti Bogor, Bandung dan lainnya memang dipersiapkan secara khusus untuk selalu menghadapi kejuaraan,” tambahnya. (Ali)

Berkat Dukungan Orang Tua, Fatra Juarai Event Antar Pelajar

KESAMBI, (KC).- Berkat doa serta dukungan dari kedua orang tua, menjadikan semangat tersendiri bagi kalangan atlet saat berlaga disebuah ke...