Minggu, 07 Januari 2018

KONI Jabar Bentuk Pokja Mutasi

KEDAWUNG,.-

Sebagai langkah menuntaskan persoalan mutasi atlet yang biasanya kerap terjadi menjelang penyelenggaraan even olahraga besar seperti Porda dan PON, Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat (Jabar) bakal membentuk Pokja Mutasi.

Ketua Umum KONI Jabar, Ahmad Saefudin, saat Silaturahmi dan Sosialisasi Hasil RAT KONI Jabar 2017, di Aston Cirebon Hotel, Sabtu (6/1/2018) mengemukakan, Pokja Mutasi ini akan melakukan verifikasi dan memastikan prosedur serta legalitas atlet yang melakukan mutasi, baik antar daerah di Jabar maupun yang keluar atau masuk ke Jabar.

“Dengan pembentukan Pokja Mutasi, kita harapkan persoalan mutasi atlet, dari masalah legalitas sampai perhitungan tuntas semua,” katanya.

Berdasarkan data yang dimiliki KONI Jabar, kasus mutasi atlet antar daerah di Jabar mencapai 128 kasus, sedangkan mutasi atlet yang masuk ke Jabar ada 47 kasus.

“Sementara yang keluar dari Jabar data terbaru ada tiga atlet layar. Di data KONI belum tercantum,” ujarnya.

Ia mengatakan, KONI Jabar tidak akan serta merta menerima atlet dari luar Jabar, namun harus melalui pros edur legalitas dan perhitungan terlebih dahulu.

Diakui Ahmad Saefudin, mutasi atlet bukan sepenuhnya salah atlet tetapi lebih karena kurangnya perhatian kepada atlet. Oleh karena itu, dia berharap anggaran pembinaan untuk atlet Jabar bisa dinaikan untuk 2018.

“Tahun 2017, kami hanya bisa memberikan uang pembinaan untuk peraih medali emas Rp 3 juta per bulan, dan peraih perak serta perunggu Rp 1 juta per bulan. Bagaimanapun tidak semua atlet memiliki latar belakang ekonomi yang mapan, sehingga mereka juga membutuhkan anggaran untuk membeli vitamin atau kebutuhan sekolah atau kuliah,” ungkapnya.

Sementara itu, kegiatan yang dihadiri lima pengurus KONI daerah se-wilayah Cirebon ditambah Kabupaten Sumedang dan Subang ini diselenggarakan, selain untuk bersilaturahmi ke daerah-daerah, juga mensosialisasikan sekaligus mengkomunikasikan masalah menyangkut hasil RAT 2017.

“Dari kegiatan ini juga untuk mencari masukan dalam RAT 2017, yang lebih difokuskan dan dikomunikasikan,” katanya.

Menjadi jelas

Ketua Umum KONI Kota Cirebon, Hj. Wati Musilawati sangat mengapresiasi jajaran KONI Jabar, yang telah memberikan kepercayaan kepada pihaknya untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut pada awal tahun ini.

“Dari pemaparan yang disampaikan oleh Ketua KONI Jabar, kita bisa mendapatkan penjelasan yang mungkin selama ini hanya menjadi pertanyaan, sehingga kini menjadi jelas,” tuturnya.

Menurutnya, dari silaturahmi tersebut menjadi terbuka mengenai proses mutasi, dan tim yang harus bisa menjawab pada saat ada konflik internal diantara para atlet.

“Semuanya akan kita adopsi di KONI Kota Cirebon. Sehingga perlu adanya tim yang secara khusus dipersiapkan untuk menyeleksi keabsahan dokumen para atlet,” katanya.(Ali)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkat Dukungan Orang Tua, Fatra Juarai Event Antar Pelajar

KESAMBI, (KC).- Berkat doa serta dukungan dari kedua orang tua, menjadikan semangat tersendiri bagi kalangan atlet saat berlaga disebuah ke...