KESAMBI,.-
Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kota Cirebon akan berjuang keras untuk mengantarkan atlet-atletnya dalam berprestasi di ajang kejuaraan daerah (kejurda) tenis meja, yang bakal direncanakan berlangsung pada akhir Maret 2018 di Jatinangor, Kabupaten Sumedang.
Ketua Pengcab PTMSI Kota Cirebon, Ma’ruf Nurmansyah, Minggu (21/1/2018), mengatakan pada kejurda yang merupakan pengganti babak kualifikasi (BK) Porda 2018 ini.
Selain itu, pihaknya juga akan menurunkan delapan atlet, yang terdiri dari empat putri dan empat putra, yang masing-masing akan berlaga di nomor tunggal putra dan putri, ganda putra dan putri dan ganda campuran.
Menurutnya, untuk menghadap even ini, sejak tahun kemarin pihaknya sudah melakukan beberapa persiapan berupa pemusatan latihan dan uji coba tanding melalui keikutsertaan di turnamen.
“Insya Allah masing-masing atlet kita masih mempunyai semangat yang kuat untuk berlatih secara mandiri. Kemudian ada rencana juga akan melakukan try out dan try in kepada seluruh atlet yang telah diproyeksikan,” tuturnya.
Kemudian untuk target di kejurda, pihaknya optimistis bisa membawa pulang medali. “Masalah medali emas, perak atau perunggu nanti kita lihat hasilnya saja,” ujarnya.
Sementara mengenai perubahan regulasi, Ma’ruf mengaku pihaknya tidak merasa terganggu karena sebelum aturan tersebut diterapkan, sudah melakukan beberapa persiapan, dengan materi pemain yang tidak berbenturan dengan perubahan usia.
“Alhamdulilah, dukungan KONI juga sangat luar biasa, dari mulai awal kita (jajaran PTMSI) membuat program-program prestasi PTMSI ini hampir semua di suport oleh Koni Kota Cirebon, termasuk pelaksanaan porda dan even2 lainnya,” kata dia..
Gambaran atlet
Sementara itu, Ketua Umum KONI Kota Cirebon, Hj Wati Musilawati mengatakan, pertemuan antara PTMSI dengan KONI terkait perubahan kegiatan yang awalnya PTMSI akan menggelar BK Porda pada April, kemudian diganti dengan Kejurda pada akhir Maret.
“Ini sebenarnya mempermudah tim manajer dalam melakukan penetapan atlet,” ujarnya.
Wati mengemukakan, kalo tenis meja menyelenggarakan BK di April, tentu pihaknya akan mengalami kesulitan dalam menetapkan atlet yang akan di SK-kan oleh tim manajer Porda.
“Nah kalo sekarang kan kita sudah ada gambaran atlet yang akan diturunkan, sehingga itu yang nanti akan kita sampaikan ke binpres, untuk kemudian disampaikan kepada tim manajer,” tuturnya.(Ali)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar