Minggu, 07 Januari 2018

Pelti Kota Cirebon Tatap Porda 2018 Tanpa Beban

KESAMBI.-

Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) Kota Cirebon menatap Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat (Jabar) 2018 tanpa beban berat. Mengandalkan potensi daerah yang dimiliki, Pelti tidak mematok target tinggi di multieven olahraga tertinggi di Jabar ini.

Sekretaris Umum Pengcab Pelti Kota Cirebon, H Edi Hadiyat, Jumat (5/1/2018), mengungkapkan, sejauh ini atlet yang diproyeksikan untuk Porda terdiri dari Ismi Afifah, Atiqah Mutia Indah dan Shelma Revahia Dinia Lubina di sektor putri.

Kemudian untuk putra ada Prastia Safrudin, M Fikri mulyana, Asep Sunandar dan Bregastya Safrudin. Namun demikian menurut Edi, anggota tim Porda tersebut masih bisa berubah.

Artinya Pelti masih membuka peluang bagi petenis potensial Kota Cirebon lainnya untuk bergabung, karena tahapan seleksi masih berjalan. “Seleksi tetap berjalan. Jadi ada promosi dan degradasi. Kemungkinan untuk mengubah materi pemain masih terbuka lebar,” tuturnya.

Di sisi lain, Pelti enggan membuang banyak anggaran dengan merekrut petenis dari luar daerah karena hanya pemborosan. “Biaya untuk merekrut atlet dari luar daerah itu mahal. Lebih baik dananya untuk pembinaan,” katanya.

Sementara itu dari kejuaraan daerah (kejurda) yang digelar di Kabupaten Ciamis belum lama ini, atlet Kota Cirebon membawa pulang dua medali perunggu dari ajang test event Porda Jabar XIII/2018 tersebut.

Di even tersebut, tim tenis Kota Cirebon yang turun pada nomor beregu putra dan putri menghadapi lawan yang tidak mudah di babak semifinal. Tim putri menghadapi Kabupaten Bogor. Selain unggulan pertama, Kabupaten Bogor merupakan tuan rumah Porda 2018 dan sudah mempersiapkan atlet dengan maksimal.

Sedangkan tim putra, melawan tuan rumah Kabupaten Ciamis di fase empat besar tersebut. Menurut Edi, Bogor dan Ciamis diperkuat sejumlah petenis eks PON 2016.
“Anak-anak kami menunjukan performa maksimal. Persaingan di empat besar memang tidak mudah. Kami bersyukur bisa sampai ke level itu,” katanya.

“Dari segi teknis, sebetulnya atlet kami pun bisa mengimbangi. Tapi ketahanan fisik, stamina dan power kita kalah. Itu karena pola latihan yang berbeda. Atlet dari tim elit seperti Bogor, Bandung dan lainnya memang dipersiapkan secara khusus untuk selalu menghadapi kejuaraan,” tambahnya. (Ali)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkat Dukungan Orang Tua, Fatra Juarai Event Antar Pelajar

KESAMBI, (KC).- Berkat doa serta dukungan dari kedua orang tua, menjadikan semangat tersendiri bagi kalangan atlet saat berlaga disebuah ke...