Sabtu, 27 Januari 2018

Berkat Dukungan Orang Tua, Fatra Juarai Event Antar Pelajar

KESAMBI, (KC).-

Berkat doa serta dukungan dari kedua orang tua, menjadikan semangat tersendiri bagi kalangan atlet saat berlaga disebuah kejuaraan. Salah satunya, peraih emas diajang Popkota 2017 cabang Olahraga Bulutangkis tunggal Putra, Fatra Nur Bahari.

Belum lama ini, Fatra sapaan akrabnya, mengikuti sebuah ajang pencarian bakat FKIP yang di gelar di Taman Pemuda, Unswagati Kota Cirebon. Benar saja kemampuannya yang mempuni, membawanya menjadi juara di ajang tersebut.

Salah satu Siswa yang duduk di bangku kelas tiga di SMA Negeri 5 Kota Cirebon ini, menyabet gelar juara satu di nomer tunggal putra mengalahakan perwakilan SMA lainnya di Kota Cirebon.

"Tentunya senang meraih juara satu di Kejuaraan ini, ini tidak lepas dari dukungan Pelatih, Kepala Sekolah maupun Guru dan Wali murid yang telah membimbing dan membina saya dengan bekerja keras dan juga tidak lupa berkat dukungan suport dari doa kedua orang tua,"katanya saat ditemui KC. Sabtu (28/1/2018).

Kendati demikian, Anak pertama dari tiga bersaudara, pasangan Sahril Darmansyah dan Siska ini, tidak mau berpuas diri lantaran masih ada banyak waktu untuk lebih memantapkan permainan bulutangkisnya.

"Kedepannya saya tetap harus menambah jam latihan dan traning dalam olahraga bulutangkis agar kemampuan saya lebih maxsimal lagi," ujarnya.

Sekdar informasi, tiga siswa SMA Negeri 5 Kota Cirebon berhasil menjuarai ajang pencarian bakat antar SMA se Kota Cirebon dengan Juara umum tunggal putra, Fatra Nur Bahari, juara Dua, Berlianto Putra Mahardika, Dan Juara Tiga, Habib Fadlil. (Ali/Job/KC).

Jumat, 26 Januari 2018

Imigrasi Cirebon Bagi-Bagi Paspor Gratis

SUMBER, (KC).-

Dalam rangka memperingati hari Bhakti ke 68, Kantor Imigrasi Kelas II Cirebon memberikan paspor gratis kepada pemohon pada hari ulang tahun ke 68, yang jatuh hari pada hari ini, Jum'at (26/1/2018).

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Cirebon, Muhammad Tito Andrianto menjelaskan untuk mendapatkan itu, pemohon paspor harus memenuhi syarat terlebih dahulu seperti pendaftar pertama, berumur 68 dan tanggal lahirnya di 26 Januari.

"Untuk mendapatkan paspor gratis ini yang pertama bagi pendaftar pertama, kemudian yang usianya 68 tahun dan yang ketiga lahir pada tanggal 26 Januari,"ujarnya.

Lebih lanjut, Tito mengatakan, selain memberikan paspor gratis kepada para pemohon paspor pihaknya juga memberi apresiasi kepada sejumlah hotel dan pabrik-pabrik yang berperan aktif melaporkan warga negara asing (WNA) lewat sebuah aplikasi,  APOA (Aplikasi Pengawasan Orang Asing).

"Kemudian selain itu kita memberikan penghargaan kepada hotel dan perusahaan yang aktif memberikan pendaftaran orang asing lewat aplikasi APOA," jelasnya.

Langkah tersebut, Diungkapkan Tito, guna memberikan pelayanan kepada masyarakat agar ke depan bisa lebih baik dan pengamanan serta meningkatkan pengawasan kepada orang Asing.

"Karena kami mempunyai harapan agar pelayanan kepada masyarakat lebih baik dan pengawasan kepada orang asing lebih meningkat lagi (perketat) ," imbuhnya.

Untuk kedepannya, Kantor Imigrasi Kelas II Cirebon akan lebih meningkatkan kinerjanya terutama dalam pengawasan terhadap orang asing di wilayah Cirebon salah satunya dengan cara melalukan pengecekan dokumen dan juga lapangan.

"Pengawasaannya kita yang dalam bentuk administratif, dari permohonan yang masuk dan pengawasan lapangan," pungkasnya.(Ali/Job/KC)

Senin, 22 Januari 2018

Bidik Mendali Dikejurda, PTMSI Pastikan Kesiapan Atlet

KESAMBI,.-

Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kota Cirebon akan berjuang keras untuk mengantarkan atlet-atletnya dalam berprestasi di ajang kejuaraan daerah (kejurda) tenis meja, yang bakal direncanakan berlangsung pada akhir Maret 2018 di Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

Ketua Pengcab PTMSI Kota Cirebon, Ma’ruf Nurmansyah, Minggu (21/1/2018), mengatakan pada kejurda yang merupakan pengganti babak kualifikasi (BK) Porda 2018 ini.

Selain itu, pihaknya juga akan menurunkan delapan atlet, yang terdiri dari empat putri dan empat putra, yang masing-masing akan berlaga di nomor tunggal putra dan putri, ganda putra dan putri dan ganda campuran.

Menurutnya, untuk menghadap even ini, sejak tahun kemarin pihaknya sudah melakukan beberapa persiapan berupa pemusatan latihan dan uji coba tanding melalui keikutsertaan di turnamen.

“Insya Allah masing-masing atlet kita masih mempunyai semangat yang kuat untuk berlatih secara mandiri. Kemudian ada rencana juga akan melakukan try out dan try in kepada seluruh atlet yang telah diproyeksikan,” tuturnya.

Kemudian untuk target di kejurda, pihaknya optimistis bisa membawa pulang medali. “Masalah medali emas, perak atau perunggu nanti kita lihat hasilnya saja,” ujarnya.

Sementara mengenai perubahan regulasi, Ma’ruf mengaku pihaknya tidak merasa terganggu karena sebelum aturan tersebut diterapkan, sudah melakukan beberapa persiapan, dengan materi pemain yang tidak berbenturan dengan perubahan usia.

“Alhamdulilah, dukungan KONI juga sangat luar biasa, dari mulai awal kita (jajaran PTMSI) membuat program-program prestasi PTMSI ini hampir semua di suport oleh Koni Kota Cirebon, termasuk pelaksanaan porda dan even2 lainnya,” kata dia..

Gambaran atlet

Sementara itu, Ketua Umum KONI Kota Cirebon, Hj Wati Musilawati mengatakan, pertemuan antara PTMSI dengan KONI terkait perubahan kegiatan yang awalnya PTMSI akan menggelar BK Porda pada April, kemudian diganti dengan Kejurda pada akhir Maret.

“Ini sebenarnya mempermudah tim manajer dalam melakukan penetapan atlet,” ujarnya.

Wati mengemukakan, kalo tenis meja menyelenggarakan BK di April, tentu pihaknya akan mengalami kesulitan dalam menetapkan atlet yang akan di SK-kan oleh tim manajer Porda.

“Nah kalo sekarang kan kita sudah ada gambaran atlet yang akan diturunkan, sehingga itu yang nanti akan kita sampaikan ke binpres, untuk kemudian disampaikan kepada tim manajer,” tuturnya.(Ali)

Minggu, 07 Januari 2018

Kodim 0614/Kota Cirebon Bakal Miliki Sirkuit


KESAMBI,.-

Kota Cirebon bakal memiliki sirkuit motocross dan grasstrack, yang kini sedang dibangun oleh Kodim 0614/Kota Cirebon di Jalan Pemuda, Kota Cirebon.

Komandan (Dandim) 0614/Kota Cirebon, Letkol. Inf. Heri Rustanto, menuturkan, dibangunnya sirkuit tersebut untuk memberi wadah bagi pelaku olahraga otomotif, karena masih banyak aksi balapan liar dan geng motor.

“Jadi yang mau olahraga otomotif agar tidak membahayakan orang di jalan raya, kami berikan fasilitas di sini. Syukur-syukur ke depan dengan adanya sirkuit ini bisa ciptakan prestasi, ” katanya.

Proses pembangunan sirkuit yang dibangun di atas lahan milik TNI AD itu, sudah mencapai 80 persen, dan sekitar dua minggu lagi akan bisa digunakan. Namun demikian, terkait perizinan pihaknya belum menempuhnya.

Dikemukakannya pula, dengan dibangunnya sirkuit tersebut salah satu tujuannya untuk mengamankan aset negara yang berada di bawah pengawasan TNI AD. Sehingga menghindari adanya oknum- oknum yang menyerobot, apalagi sampai mengklaim bahwa tanah itu sebagai milik pribadi.

“Ke depan, yang pasti perizinan akan kami buat dan usulkan. Sebenarnya, secara lisan kami sudah menempuhnya dengan walikota untuk meminta izin,” ungkapnya.

Lebih lanjut Dandim berharap, dengan adanya sirkuit ini bisa melahirkan bibit-bibit pembalap potensial untuk dibina demi mencetak prestasi bagi Kota Cirebon.

“Rata-rata orang nakal di jalanan itu karena tidak ada wadahnya. Begitu terwadahi, kami poles, syukur-syukur bisa berprestasi jadi pembalap,” katanya.(Ali)

KONI Jabar Bentuk Pokja Mutasi

KEDAWUNG,.-

Sebagai langkah menuntaskan persoalan mutasi atlet yang biasanya kerap terjadi menjelang penyelenggaraan even olahraga besar seperti Porda dan PON, Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat (Jabar) bakal membentuk Pokja Mutasi.

Ketua Umum KONI Jabar, Ahmad Saefudin, saat Silaturahmi dan Sosialisasi Hasil RAT KONI Jabar 2017, di Aston Cirebon Hotel, Sabtu (6/1/2018) mengemukakan, Pokja Mutasi ini akan melakukan verifikasi dan memastikan prosedur serta legalitas atlet yang melakukan mutasi, baik antar daerah di Jabar maupun yang keluar atau masuk ke Jabar.

“Dengan pembentukan Pokja Mutasi, kita harapkan persoalan mutasi atlet, dari masalah legalitas sampai perhitungan tuntas semua,” katanya.

Berdasarkan data yang dimiliki KONI Jabar, kasus mutasi atlet antar daerah di Jabar mencapai 128 kasus, sedangkan mutasi atlet yang masuk ke Jabar ada 47 kasus.

“Sementara yang keluar dari Jabar data terbaru ada tiga atlet layar. Di data KONI belum tercantum,” ujarnya.

Ia mengatakan, KONI Jabar tidak akan serta merta menerima atlet dari luar Jabar, namun harus melalui pros edur legalitas dan perhitungan terlebih dahulu.

Diakui Ahmad Saefudin, mutasi atlet bukan sepenuhnya salah atlet tetapi lebih karena kurangnya perhatian kepada atlet. Oleh karena itu, dia berharap anggaran pembinaan untuk atlet Jabar bisa dinaikan untuk 2018.

“Tahun 2017, kami hanya bisa memberikan uang pembinaan untuk peraih medali emas Rp 3 juta per bulan, dan peraih perak serta perunggu Rp 1 juta per bulan. Bagaimanapun tidak semua atlet memiliki latar belakang ekonomi yang mapan, sehingga mereka juga membutuhkan anggaran untuk membeli vitamin atau kebutuhan sekolah atau kuliah,” ungkapnya.

Sementara itu, kegiatan yang dihadiri lima pengurus KONI daerah se-wilayah Cirebon ditambah Kabupaten Sumedang dan Subang ini diselenggarakan, selain untuk bersilaturahmi ke daerah-daerah, juga mensosialisasikan sekaligus mengkomunikasikan masalah menyangkut hasil RAT 2017.

“Dari kegiatan ini juga untuk mencari masukan dalam RAT 2017, yang lebih difokuskan dan dikomunikasikan,” katanya.

Menjadi jelas

Ketua Umum KONI Kota Cirebon, Hj. Wati Musilawati sangat mengapresiasi jajaran KONI Jabar, yang telah memberikan kepercayaan kepada pihaknya untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut pada awal tahun ini.

“Dari pemaparan yang disampaikan oleh Ketua KONI Jabar, kita bisa mendapatkan penjelasan yang mungkin selama ini hanya menjadi pertanyaan, sehingga kini menjadi jelas,” tuturnya.

Menurutnya, dari silaturahmi tersebut menjadi terbuka mengenai proses mutasi, dan tim yang harus bisa menjawab pada saat ada konflik internal diantara para atlet.

“Semuanya akan kita adopsi di KONI Kota Cirebon. Sehingga perlu adanya tim yang secara khusus dipersiapkan untuk menyeleksi keabsahan dokumen para atlet,” katanya.(Ali)

PASI Kota Cirebon Genjot Kemampuan Atlet Proyeksi Porda

KESAMBI,.-

Seluruh atlet Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kota Cirebon yang telah lolos ke babak utama Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat (Jabar) 2018, akan semakin diasah kemampuannya dalam program latihan intensif tahun ini.

Manajer tim atletik Kota Cirebon, H Agus Muharam, Jumat (5/1/2018) mengungkapkan, hasil evaluasi tim pelatih akan diaplikasikan melalui program latihan khusus menuju Porda 2018 mulai bulan ini.

“Tidak ada alasan khusus mengapa (program khusus) tidak kita lakukan secepatnya. Kita cari momentum yang tepat saja. Supaya para atlet lebih fokus,”ujarnya.

Sementara itu, hasil Babak Kualifikasi (BK) Porda yang berlangsung di Kota Bandung bulan lalu tidak terlalu menguntungkan bagi atletik Kota Cirebon.
Karena salah satu atlet emas PASI, Abigail Dwi Setiadi tidak masuk tiga besar, dengan hanya finis di urutan keempat nomor lari 5.000 meter putri.

Padahal pada Porda 2014, Abigail satu-satunya peraih medali emas. Itu artinya, dia masih akan diandalkan untuk meraihnya di Porda berikutnya.

Di sisi lain, menurut Agus, Margono dan Alda Dwi Agustin, dua atlet potensial lainnya, dinilai bakal menghadapi persaingan yang lebih berat. Margono yang turun di nomor jalan cepat harus bekerja lebih ekstra dalam persaingan mendapatkan medali di Porda.

“Salah satu sebabnya adalah masih tampilnya Hendro Yap. Atlet jalan cepat asal Kabupaten Bogor yang telah tiga kali meraih emas di SEA Games. Yang terbaru, Hendro meraih emas di SEA Games 2017 di Malaysia. Selain itu, Margono juga hanya berhasil finis di peringkat kelima pada BK Porda,”ujarnya

Sementara itu, perjuangan Alda di nomor lompat tinggi pun tidak akan mudah. Dia akan bersaing dengan Ika Puspa Dewi, atlet lompat tinggi senior asal Kabupaten Kuningan yang masih juga belum habis masa kejayaannya.

“Untuk Porda 2018 kami juga tidak mau muluk-muluk. Kami pasang target satu medali emas. Dan yang paling potensial untuk mendapatkannya adalah Abigail,”ungkapnya. (Ali).

Pelti Kota Cirebon Tatap Porda 2018 Tanpa Beban

KESAMBI.-

Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) Kota Cirebon menatap Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat (Jabar) 2018 tanpa beban berat. Mengandalkan potensi daerah yang dimiliki, Pelti tidak mematok target tinggi di multieven olahraga tertinggi di Jabar ini.

Sekretaris Umum Pengcab Pelti Kota Cirebon, H Edi Hadiyat, Jumat (5/1/2018), mengungkapkan, sejauh ini atlet yang diproyeksikan untuk Porda terdiri dari Ismi Afifah, Atiqah Mutia Indah dan Shelma Revahia Dinia Lubina di sektor putri.

Kemudian untuk putra ada Prastia Safrudin, M Fikri mulyana, Asep Sunandar dan Bregastya Safrudin. Namun demikian menurut Edi, anggota tim Porda tersebut masih bisa berubah.

Artinya Pelti masih membuka peluang bagi petenis potensial Kota Cirebon lainnya untuk bergabung, karena tahapan seleksi masih berjalan. “Seleksi tetap berjalan. Jadi ada promosi dan degradasi. Kemungkinan untuk mengubah materi pemain masih terbuka lebar,” tuturnya.

Di sisi lain, Pelti enggan membuang banyak anggaran dengan merekrut petenis dari luar daerah karena hanya pemborosan. “Biaya untuk merekrut atlet dari luar daerah itu mahal. Lebih baik dananya untuk pembinaan,” katanya.

Sementara itu dari kejuaraan daerah (kejurda) yang digelar di Kabupaten Ciamis belum lama ini, atlet Kota Cirebon membawa pulang dua medali perunggu dari ajang test event Porda Jabar XIII/2018 tersebut.

Di even tersebut, tim tenis Kota Cirebon yang turun pada nomor beregu putra dan putri menghadapi lawan yang tidak mudah di babak semifinal. Tim putri menghadapi Kabupaten Bogor. Selain unggulan pertama, Kabupaten Bogor merupakan tuan rumah Porda 2018 dan sudah mempersiapkan atlet dengan maksimal.

Sedangkan tim putra, melawan tuan rumah Kabupaten Ciamis di fase empat besar tersebut. Menurut Edi, Bogor dan Ciamis diperkuat sejumlah petenis eks PON 2016.
“Anak-anak kami menunjukan performa maksimal. Persaingan di empat besar memang tidak mudah. Kami bersyukur bisa sampai ke level itu,” katanya.

“Dari segi teknis, sebetulnya atlet kami pun bisa mengimbangi. Tapi ketahanan fisik, stamina dan power kita kalah. Itu karena pola latihan yang berbeda. Atlet dari tim elit seperti Bogor, Bandung dan lainnya memang dipersiapkan secara khusus untuk selalu menghadapi kejuaraan,” tambahnya. (Ali)

Jumat, 22 Desember 2017

Polres Ciko Gelar Olahraga Bersama TNI dan Pemko



KEJAKSAN,.-


Sebagai upaya menjalin silaturahmi dan sinergitas antara Polri, TNI dan pemerintah daerah, unsur pimpinan dan anggota Polres Cirebon Kota (Ciko), Korem 063/SGJ, Kodim 0614/Kota Cirebon, Lanal Cirebon dan Pemerintah Kota Cirebon mengikuti olahraga bersama, di Lapangan Futsal Apita Cirebon, Jumat (17/11/2017).

Komandan Korem 063/SGJ, Kolonel Inf Veri Sudijanto Sudin, mengemukakan, melalui olahraga bersama ini diharapkan bisa meningkatkan hubungan silaturahmi dan Kebersamaan dari tingkat atas hingga yang paling bawah sekaligus sebagai bentuk jiwa korsa.
“Karena silaturahmi itu sangat baik sehingga harus kita pertahankan. Selain itu ini merupakan agenda rutin,” katanya.

Kapolres Cirebon Kota, Ajun Komisaris Besar Adi Vivid AB mengungkapkan, dengan kegiatan ini kekompakan TNI dan Polri semakin kokoh, sehingga bisa bermanfaat dalam mendukung tugas dan tanggung jawab menjaga kondusivitas wilayah.

“Mudah-mudahan dibawah kepemimpinan Danrem 063/SGJ kita semua selalu kompak, tidak mudah terprovokasi,” ujarnya.

Pada kegiatan tersebut juga dihadiri Walikota Cirebon, Nasrudin Azis, unsur Detasemen C Brimob Polda Jabar, serta para perwira dan bintara TNI dan Polri.(Ali)

Soal Proposal, KONI Kota Cirebon Siap Dialog



KEJAKSAN,.-


Ketua KONI Kota Cirebon, Wati Musilawati mengapresiasi masukan yang diberikan Ketua Komisi C DPRD setempat mengenai anggaran untuk Porda 2018 di Bogor. Namun demikian, KONI sangat menyayangkan sikap Ketua Komisi C, Doddy Aryanto yang lebih suka bicara di media ketimbang sewaktu hearing di dewan.

“Pada prinsipnya KONI sangat membuka diri untuk dialog terhadap siapa pun insan olahraga, apalagi Komisi C yang salah satu tugasnya mengawasi masalah olahraga,” jelas Wati kepada KC Online, Jumat (24/11/2017).

Wati mengaku, pihaknya sudah melakukan pemaparan terkait proposal yang diajukan pada 3 November 2017 lalu di Griya Sawala gedung dewan. Sayanganya, saat itu ketua Komisi C berhalangan hadir karena ada tugas yang tidak bisa ditinggalkan.

“Dalam pemaparan itu KONI diterima anggota Komisi C lainnya yang kebetulan juga menjadi ketua cabor, sehingga sangat memahami kebutuhan pembinaan olahraga prestasi, apalagi menjelang menghadapi babak utama Porda XIII 2018. Kami juga sampaikan kebutuhan bonus yang bisa menjadi penyemangat atlet dan pelatih,” beber dia.

Meski demikian, lanjut Wati, apabila diperlukan KONI bersedia untuk dialog lagi, sehingga hal-hal yang belum terinformasikan bisa disampaikan lebih jelas lagi.

“Tentu komisi C yang menangani olahraga lebih paham bahwa Bapopsi adalah badan fungsional yang saat ini ada di bawah naungan KONI, namun untuk bantuan CSR untuk keolahragaan belum diatur dalam perda. Hal ini bisa dilihat dalam Pasal 8 Perda Nomor 14 Tahun 2012 mengenai tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL),” jelasnya.

Oleh sebab itu, tambah Wati, perlu segera dibuat payung hukumnya agar CSR yang ada bisa dimanfaatkan untuk membantu pembinaan atlet prestasi sesuai masukan dari Doddy.

Tiga kegiatan

“Proposal yang diajukan KONI tahun 2018 memang besar karena mencakup tiga kegiatan sekaligus, yaitu untuk biaya rutin KONI, biaya kegiatan Porda 2018 serta bonus atlet. Terkait berapa yang akan diberikan untuk KONI, tentu ini menjadi kebijakan DPRD dan walikota. Meski begitu, KONI siap apabila diminta presentasi lagi, karena bicara soal olahraga prestasi tidak cukup hanya sekali, tapi perlu komunikasi yang terus menerus, supaya jika ada sudut pandang yang berbeda dalam menyikapi olahraga prestasi dapat diluruskan bersama. Insya Allah kami seluruh pengurus KONI akan terus komitmen mengemban amanah yang diberikan dan akan berusaha maksimal untuk mendukung program seluruh cabor yang ada di KONI,” tambah Wati.

Sementara itu, pengurus KONI Bidang Sarana dan Prasarana, Yuliarso menjelaskan, seharusnya Ketua Komisi C lebih intens terhadap pengawasan keolahragaan.

“Jadi jangan ujug-ujug bicara masalah anggaran, karena duduk persoalannya belum paham. Jadi kalau ujug-ujug bicara kesannya kurang baik,” ungkap Yuliarso.

Dia menandaskan, soal proposal yang diajukan KONI untuk kegiatan Porda, pembinaan atlet berprestasi sudah disampaikan saat hearing dengan Komisi C.

“Dalam hearing tersebut banyak anggota dewan yang setuju karena di antara mereka juga jadi ketua cabor. Waktu hearing, teman-teman Komisi C paham ada even Porda di Bogor. Jadi jangan terburu-buru menanggapi anggaran yang diajukan KONI. Tanya dulu sama anggota lainnya. Sebab, masalah olahraga prestasi butuh anggaran besar. Jadi, sebaiknya KONI diberi kesempatan lagi hearing untuk menjelaskan semuanya. Jangan sampai ketika rapat tidak hadiri tapi tiba-tiba bicara di kora,” imbau Yuliarso.(Ali)

Tujuh Pecatur Kabupaten Cirebon Tembus Porda


SUMBER,.-

Tujuh atlet catur Kabupaten Cirebon berhasil mengantongi tiket ke Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat (Jabar) 2018, setelah memenuhi peringkat lolos dari babak kualifikasi (BK) yang berlangsung di Grand Smesco Hill, Cisarua Kabupaten Bogor, Jumat (17/11/2017).

Manajer tim catur Kabupaten Cirebon, Ibin S. Jaliana, melalui pelatih, Eka Wahidin mengungkapkan, dari delapan atlet yang tampil di BK, tujuh di antaranya lolos ke Porda.

Masing-masing di kategori beregu putra, tim catur Kabupaten Cirebon yang beranggotakan Rizqi Dwi, Yosep Ibnu Setyawan, M. Ibdal, dan Suripto mengakhiri laga dengan duduk di peringkat 11 (SBFIDE 317.75) dari batas akhir peringkat 13 yang berhak lolos ke Porda.

Kemudian di kategori perorangan putra, satu dari dua atlet yaitu Sumana berhasil membawa Kabupaten Cirebon di peringkat 6 dari 17 peringkat yang dipastikan lolos dengan SB 30.00.
Sementara rekannya, Didi Isbandi gagal karena berada di peringkat 29 dengan SB 14.50. Ditambah Fifi Nafsiatun Nurul Fadillah (SB 31.50) dan Eka Widyaningsih (SB 19.25) di ketegori perorangan putri, lolos dengan masing-masing berada di peringkat 3 dan 15 dari batas akhir peringkat 18 yang bisa maju ke Porda.

“Alhamdulilah kami bisa merebut 1 dari 13 tiket lolos ke babak utama Porda. Tentunya hasil ini tidak lepas dari perjuangan para atlet,” katanya.

Tantangan

Setelah lolos, lanjut Eka, pihaknya akan terus mengasah kemampuan para atlet agar bisa siap berlaga di Porda. Terlebih Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Cirebon mengusung target untuk bisa menyumbangkan medali emas.

Hal ini, lanjut Eka, menjadi tantangan bagi para pecatur Kabupaten Cirebon untuk bisa mewujudkan target tersebut. Apalagi peluang untuk meraih emas di Porda sangat besar. Mengingat di Porda cabang olahraga catur akan memperebutkan m 22 medali emas.

“Kami akan berjuang sekuat kemampuan yang dimiliki, paling tidak dari 22 emas yang diperebutkan bisa meraih 1 emas,” katanya.(Ali)

Atletik Kota Cirebon Loloskan 10 Nomor ke Porda

KESAMBI,.-

Tim atletik Kota Cirebon meloloskan 10 nomor untuk berlaga di Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat 2018. Hasil babak kualifikasi (BK) ini membuka peluang untuk meraih prestasi minimal bisa mempertahankan pencapaian di Porda sebelumnya.

Manajer tim atletik Kota Cirebon, Agus Muharam, Minggu (19/11/2017) menyebutkan,  nomor lomba yang berhak mengikuti Porda  yakni jalan cepat 10.000 meter putra atas nama Margono, lari 5.000 meter putri atas nama Abigail, lompat tinggi putri atas nama Alda, dan lari 100 dan 200 meter putra yang diraih Robby.

Kemudian  lari 800 meter putri atas nama Nurmala, lompat jangkit putri yang diraih Rika Diana Ranik, estafet 4 × 100 meter putra atas nama Anggi, Karnoto, Sukarya dan Robby, estafet 4 × 400 meter putra atas nama, Lingga, Karnoto, Sujarya dan Fahri, serta estafet 4 × 400 meter putri atas nama Ramu Wulan, komala, Fatimah dan Abigail.

Kemudian menghadapi babak utama Porda, pihaknya akan mengenjot kemampuan dua atlet andalan Kota Cirebon,  Abigail dan Margono yang tidak masuk tiga besar di BK, melalui latihan intensif. Agar bisa kembali mencapai performa terbaik mereka, sehingga bisa memberikan kontribusi besar terhadap prolehaan medali.

“Kalau saya tidak salah lihat, Margono ada di peringkat 5 dan Abigail di peringkat 4 di BK. Setelah kejuaraan lari 10 km di Bali beberapa bulan lalu, Abigail tidak pernah latihan lagi, karena konsentrasi menyelesaikan skripsi kuliahnya yang harus selesai akhir Desember 2017. Sementara Margono lebih banyak mengikuti kejuaraan lari maraton di berbagai daerah. Sehingga menjadi tugas kami untuk memotivasi keduanya agar kembali berkonsentrasi pada latihan demi memperoleh hasil sesuai target di Porda,” ungkapnya.

Menurut  Agus, Margono dan Abigail baru lolos 1 nomor lomba. Sementara di Porda  masing-maing di targetkan bisa mengikuti 2 nomor, yakni 5.000 dan 10.000 meter jalan cepat untuk Margono dan lari jarak jauh untuk Abigail.Sehingga mereka harus lolos mencapai batas waktu paling bagus pada kejuaraan resmi yang diselenggarakan PASI beberapa bulan mendatang, sekaligus sebagai ajang pemanasan dan mengukur kemampuan mereka.

“Keduanya akan mendapatkan jam latihan yang lebih banyak, dan kami yakin mereka bisa untuk Kota Cirebon. Saya sebagai manajer punya tugas yang cukup berat untuk memotivasi pelatih, atlet dan anggota kontingen atletik  lainnya demi mewujudkan semua yang diharapkan,”katanya.

Belum riil

Ketua Pengurus Cabang (Pengcab)  Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kota Cirebon, Andi Lie mengaku, hasil dari BK belum secara riil menggambarkan kekuatan atlet-atlet Kota Cirebon.  Mengingat banyak di antaranya yang belum maksimal dalam mengikuti latihan, karena terbentur dengan kegiatan-kegiatan mereka di luar sebagai atlet. Namun menjelang Porda akan dilaksanakan pemusatan latihan, agar kemampuan atlet bisa terus meningkat dan bermuara pada  hasil maksimal di Porda.

“Kami yakin bisa membawa pulang medali dari Porda 2018. Minimal atletik akan berusaha mempertahankan prestasi di Porda sebelumnya, dengan 1 emas dan 2 perak,” ucapnya.(Ali)

Perkemi Kabupaten Cirebon Siap Ukir Prestasi



SUMBER,.-

Meski belum lama terbentuk dan baru resmi dilantik pada awal November 2017, Pengurus Cabang (Pengcab) Persaudaraan Kempo Indonesia (Perkemi) Kabupaten Cirebon siap berkiprah untuk prestasi olahraga daerah.

Wakil Ketua Pengcab Perkemi Kabupaten Cirebon, Erikson, Senin (20/11/2017) mengungkapkan, sebagai cabang olahraga (cabor) baru, pihaknya membutuhkan kerja keras untuk mengenalkan kempo kepada masyarakat Kabupaten Cirebon, karena sebagian besar masih belum mengetahui olahraga bela diri ini.

“Kami sudah menyusun berbagai program dalam upaya mengenalkan olahraga Kempo kepada masyarakat Kabupaten Cirebon, salah satunya dalam waktu dekat ini akan melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah,” katanya.

Selain berupaya untuk melakukan sosialisasi, lanjut Erikson, saat ini Perkemi juga tengah fokus mempersiapkan diri untuk menghadapi Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat (Jabar) 2018 yang akan berlangsung pada 22 November 2017.

Lebih lanjut diakui Erikson, pihaknya belum berani memasang target yang terlalu tinggi di BK. Hanya berharap enam kenshi yang diturunkan mampu tampil optimal sehingga dapat merebut tiket lolos ke babak utama Porda Jabar 2018, di Kabupaten Bogor.

“Kalau berbicara target tentunya kami harus realistis. Bagi kami bisa meraih tiket lolos ke Porda pun, tentunya sudah merupakan prestasi yang luar biasa,” ucapnya. (Ali)

PASI Kabupaten Cirebon Incar Tiga Emas di Porda



SUMBER,.-


Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Cirebon optimistis bisa memenuhi target tiga medali emas yang dicanangkan pada Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat (Jabar) 2018 di Kabupaten Bogor.

Pelatih tim atletik Kabupaten Cirebon, Budi Bachtiar, menuturkan, jika mengacu pada hasil yang dicapai atlet-atletnya di Babak Kualifikasi (BK) Porda yang berlangsung akhir pekan kemarin di Bandung, dirinya meyakini bisa mewujudkan target tiga emas tersebut.

Hanya ia menilai, hasil di BK pun belum menjadi jaminan, karena beberapa daerah masih menyimpan kekuatannya, terutama tuan rumah yang tidak ikut berlaga di BK. Sehingga peta persaingan sesungguhnya dalam cabang olahraga atletik di Porda belum begitu jelas terbaca.

“Terus terang kami masih buta dengan kekuatan tuan rumah. Ini yang patut diwaspadai, karena bisa menjadi batu sandungan atau pengganjal untuk meraih meraih medali,” ungkapnya.

Karena itu kata Budi, dalam sisa waktu sekitar satu tahun ke depan menjelang pelaksanaan Porda, akan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk melakukan latihan intensif, termasuk juga berupaya mengasah kemampuan para atletnya dengan diikutsertakan dalam berbagai kejuaraan.

“Kami terus menggenjot kemampuan atlet yang lolos ke Porda melalui program pembinan intensif. Karena kami tidak ingin target yang sudah dicanangkan ini meleset,” katanya.

Sementara itu pada BK, dari 20 atlet yang diturunkan, 18 diantaranya mengantongi tiket ke babak utama Porda dengan berbagai nomor lomba, termasuk di antaranya sejumlah atlet yang menjadi andalan untuk meraih pundi-pundi medali emas di Porda 2018, yakni Agus Supratman, Erna Nuryanti dan Yusuf Febriantoro. (Ali)

Drum Band Kabupaten Cirebon Berprestasi di BK Porda



SUMBER,.-

Tim drum band Kabupaten Cirebon meraih hasil gemilang dalam Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat (Jabar) 2018, di Kabupaten Bogor, dengan meraih satu medali emas dan dua perunggu, sehingga menempatkannya di peringkat ketiga, di bawah Kota Bandung dan Kabupaten Bekasi yang menjadi juara umum.

Pelatih tim drum band Kabupaten Cirebon, Rachmat Agus Rianto, Jumat (24/11/2016) mengungkapkan, prestasi yang dicapai tim binaannya masing-masing emas dari nomor lomba berbaris jarak pendek 800 meter putra dan dua perunggu dari lomba ketahanan dan ketepatan berbaris 6.000 meter campuran dan lomba baris berbaris 600 meter campuran.

Diakuinya, hasil yang diraih di BK sangat di luar dugaan dan melebihi ekspekstasi dari tim pelatih. Karena sejak awal target tim drum band Kabupaten Cirebon hanya lolos ke babak utama Porda.

“Jujur saja kami tidak menyangka dengan hasil yang dicapai di BK. Apalagi kami sempat limbung karena ditinggal pelatih kepala yang meninggal dunia hanya beberapa bulan sebelum pelaksanaan BK. Ini berkat kerja keras semuanya, mulai dari pengurus, pelatih dan atlet,” katanya.

Rachmat mengemukakan, hasil yang dicapai di BK menjadi modal positif bagi Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Kabupaten Cirebon, sekaligus memunculkan optimisme untuk menargetkan prestasi tinggi di Porda 2018.

“Bukan kami terlalu percaya diri, tapi setidaknya apa yang diraih di BK membuat kami berani untuk bisa meraih medali emas di Porda,” ujarnya.

Kemudian menghadapi pertaruhan sesungguhnya di Porda, kata Rachmat, pihaknya akan terus memoles dan mematangkan kemampuan fisik, teknik dan kepaduan tim hingga menjelang keberangkatan ke Kabupaten Bogor.

“Terutama peningkatan fisik para atlet, yang saat di BK terlihat jelas menjadi salah satu titik lemah,” ucapnya.(Ali)

16 Desa di Kabupaten Cirebon Bersaing di Liga Desa Nusantara


TALUN,.-

Sebanyak 16 tim sepak bola di Kabupaten Cirebon unjuk kemampuan di turnamen Liga Desa Nusantara Regional Cirebon yang digagas oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Pelaksanaan even yang resmi dibuka di Lapangan Sepakbola Puser Bumi Desa Ciperna, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Minggu (26/11/2017) untuk melahirkan bibit-bibit pesepakbola potensial yang kelak bisa menyabet prestasi di berbagai level kejuaraan.

Ketua Panitia Liga Desa Nusantara Regional Cirebon, Kamal Saripin mengatakan, karena keterbatasan waktu sosialisasi, even tahun ini hanya melibatkan 16 Desa dari target awal diikuti 32 Desa.

“Semula tim yang mendafatar lebih dari itu, tapi di perjalanan ada beberapa desa yang mundur karena terbentur dengan regulasi, sehingga kami putuskan hanya mengakomodir 16 tim,” tuturnya.

Kemudian setelah laga ini, juara di tingkat regional akan berlaga ke seri nasional untuk bersaing dengan 15 tim dari daerah lainnya di Jawa Barat dan Banten, yang menjadi pilot project pelaksanaan Liga Desa Nusantara 2017.

Pembina Godong Jati Cirebon, M. Luthfi mengatakan dirinya sangat menyambut positif dengan adanya Liga Desa Nusantara yang digagas Kemendes PDTT.Karena melalui Kompetisi seperti ini bakat-bakat pesepakbola yang ada di Kabupaten Cirebon akan bermunculan.

“Adanya Kompetisi memberikan kesempatan bagi pemain untuk unjuk bakat dan kemampuan. Karena pemain hebat pun lahir dari sebuah kompetisi yang kontinyu dan berjenjang,” ungkapnya. (Ali)

Pecatur Kabupaten Cirebon Sumbang Dua Perak di Porpemda Jabar



SUMBER,.-

Pecatur Kabupaten Cirebon, Usman Narastubin menyumbangkan dua medali perak dalam Pekan Olahraga Antar Pemerintah Daerah (Porpemda ) XIII /2017 Jawa Barat (Jabar), di Kabupaten Bandung.

Kemenangan satu dari lima pecatur yang dikirim Kabupaten Cirebon ini berhasil meraih medali perak setelah dikalahkan pecatur kontingen Kabupaten Bogor dengan pertandingan yang sengit. Sumbangan medali tersebut, menambahkan raihan medali guna memenuhi target perolehan medali kontingen kabupaten Cirebon Sebagai agar bisa meraih gelar juara umum Porpemda XIII tahun 2017.

Manajer tim catur, H. Supadi Priatna yang didampingi pelatih, Eka Madya, Minggu (3/12/2017) mengatakan, perjuangan Usman Narastubin yang tampil di nomor beregu dan perorangan di Porpemda berakhir setelah dikalahkan pecatur Kabupaten Bogor.Sehingga harus puas berada di posisi kedua dan berhak meraih medali perak.

“Alhamdulillah, meskipun belum berhasil meraih medali emas, kami tetap bersyukur dan bangga bisa berprestasi di Porpemda,” ucapnya.

Menurut Eka, pihaknya sangat optimistis kontingen Pemkab Cirebon bisa merebut prestasi sesuai dengan yang ditargetkan , mengingat kebersamaan antaranggota kontingen mampu menjadi motivasi bagi semua atlet untuk berjuang lebih maksimal .

“Menang dan kalah itu merupakan hal biasa dalam pertandingan, tapi wajar kalau kita tetap berusaha untuk daerah. Karena kemenangan itu merupakan kebanggan bagi semua pihak, termasuk para atlet dan masyarakat kabupaten Cirebon,”tuturnya.(Ali)

Tim Taekwondo Kota Cirebon Raih Medali Emas di UGM Championship



HARJAMUKTI,.-

Tim Taekwondo Kota Cirebon berhasil meraih empat medali emas pada kejuaraan UGM Taekwondo Championship 2017, di GOR Lembah UGM Yogyakarta pada 1-3 Desember 2017.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) Taekwondo Indonesia (TI) Kota Cirebon, Suwiriyadi melalui asisten pelatih, Esti Dwi Wahyuni , Senin (4/12/2017) menyebutkan, dari 13 taekwondoin yang mengikuti even ini, empat di antaranya, Nana Supriyatna (senior under 68 kg), Dyva Santya Apriandra (senior under 46 kg), Arizul Mizyal Alfarisi (kadet under 40 kg), Izzwah Nauroh (kadet under 47 kg) mampu mencapai prestasi tertinggi dengan membawa pulang emas.

Kemudian lima atlet mendapatkan perak yakni Rifgoh Zaidah (poomsae individu kadet), Rohim Ali Akbar (junior under 59 kg), Ariz Rizal (junior under 48 kg), Iqbal Bukhari (senior under 54 kg), dan Caka Patala (junior under 55 kg). Ditambah Anggie Putri (poomsae individu senior), Nazwa Sindi (kadet under 37 kg), Adinda Zabrina (kadet under 41 kg), dan Billy Darmawan (kadet under 48kg) yang menyumbangkan perunggu.

“Kami bersyukur semua berjalan lancar dan pulang tidak dengan tangan hampa. Keikutsertaan di kejuaraan ini diharapkan bisa semakin mengasah kemampuan dan menambah pengalaman bertanding atlet. Sehingga akan bermanfaat untuk mereka dalam menghadapi even-even selanjutnya,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Kota Cirebon, Hj Wati Musilawati sangat mengapresiasi prestasi yang dicapai para taekwondoin Kota Cirebondi kejuaraan tersebut.

“Diharapkan para atlet dapat pengalaman baru, sekaligus mampu mematangkan teknik mereka untuk menghadapi Porda,” ujarnya.(Ali)

Olahraga Tradisional Butuh Kepedulian Semua Pihak



SUMBER,.-

Olahraga tradisional yang sudah tergerus perkembangan zaman, harus menjadi perhatian serius semua pihak untuk kembali memasyarakatkan dan melestarikan warisan leluhur bangsa ini.

Divisi Pelestarian dan Pembudayaan Olahraga Tradisional Komunitas Olahraga Tradisional Indonesia (KOTI) Pusat, Taufik Hidayat Suharto saat berkunjung ke Cirebon mengungkapkan, keberadaan olahraga tradisional yang sudah mulai tergeser bahkan nyaris punah saat ini, memerlukan upaya serius dari semua pihak untuk kembali membangkitkan dan melestarikannya.

Karena itu keberadaan KOTI merupakan salah satu jawaban untuk melestarikan olahraga tradisional, agar bisa bertahan dan eksis. Sekaligus memasyarakatkan olahraga tradisional terutama kepada generasi muda.

“Melihat anak-anak sekarang yang tidak mengenal permainan dan olahraga tradisional, tentunya ini sangat memprihatinkan, untuk itu KOTI konsen dalam menjaga dan melestarikan olahraga tradisional agar tidak punah,” tuturnya kepada KC Online, Senin (4/12/2017).

Ia menyebutkan, saat ini kepengurusan KOTI baru ada di 6 provinsi serta 35 kota dan kabupaten. Namun sudah ditargetkan ke depannya di semua provinsi terbentuk kepengurusan KOTI.

Wadah

Sementara Wakil Ketua Pengurus KOTI Kabupaten Cirebon, Yayan Wardianto mengungkapkan, di Kabupaten Cirebon, KOTI baru terbentuk pada 30 Oktober 2017, dengan menjadi kabupaten ke-11 di Jawa Barat yang sudah terbentuk kepengurusan KOTI.

“Alhamdulillah di Kabupaten Cirebon sekarang sudah ada wadah untuk melestarikan olahraga tradisional dan pemerintah daerah pun dalam hal ini Disbudparpora dan Dinas Pendidikan (Disdik) sangat mendukung keberadaan KOTI,” katanya.

Kemudian pihaknya pun sudah membuat berbagai program, diantaranya dalam waktu dekat KOTI akan mengadakan workshop dan sosialisasi kepada seluruh guru yang ada di Kabupaten Cirebon dengan menggandeng Disdik.

“Dengan harapan para guru olahraga ini nantinya bisa kembali mengenalkan olahraga tradisional kepada siswanya, sehingga warisan leluhur ini bisa tetap terjaga kelestariannya,” katanya.(Ali)

Percasi Kota Cirebon Incar Emas di Porda

Percasi Kota Cirebon Incar Emas di Porda

KESAMBI,.-

Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Cirebon mengusung target untuk bisa meraih medali emas di Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat (Jabar) 2018.

Sekretaris Umum Pengcab Percasi Kota Cirebon, Surya Nurhayat, mengungkapkan, di babak kualifikasi (BK) meloloskan Andi Sela MP, Heriyanto MN, M. Muksin, Nico Hadi Harlan dan Surya Nurhayat (beregu putra), kemudian Khonsa Az Zahraa, Ratih Kusumadewi, Afina Lutfi Bawazier dan Suci Tasya Sismayanti (beregu putri), serta Sandi Hermawan (perorangan putra) dan Feminda Dwi Sismayanti (perorangan putri).

Sedangkan, dua nomor lainnya tidak lolos, yakni perorangan putra, Suryadi Sulaeman dan perorangan putri, Regita Nisrina.

“Alhamdulilah kami bisa merebut 1 dari 13 tiket lolos ke babak utama Porda. Tentunya ini tidak lepas dari perjuangan para atlet,”katanya.

Setelah meloloskan empat nomor ke Porda, pihaknya pun mengusung target bisa menyumbangkan emas bagi kontingen Kota Cirebon. Mengingat peluang untuk meraih emas sangat besar, dengan 22 medali yang diperebutkan.

“Kami akan berjuang sekuat kemampuan yang dimiliki, masa sih dari 22 emas yang diperebutkan tidak bisa meraih 1 emas pun,” ucapnya.(Ali)

Pebulutangkis Kota Cirebon Siap Bersaing di BK Porda


KESAMBI,.-

Tim bulutangkis Kota Cirebon, bertekad untuk bisa meraih tiket ke Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat 2018, dengan melewati hadangan para pesaingnya di babak kualifikasi (BK) yang berlangsung Senin-Jumat (11-15/12/2017).

Tim dilepas langsung jajaran KONI Kota Cirebon di aula KONI setempat, untuk mengikuti babak kualifikasi Pekan Olahraga Daerah (BK Porda) 2017, Senin (11/12/2017).

Diharapkan dalam ajang multieven yang akan dilangsungkan di Bogor mulai tangggal Senin-Jumat (11-15/12/2017) itu, tujuh atlet putra Kota Udang ini dapat lolos dan bisa mengikuti babak utama Porda 2018 mendatang.

Sekretaris Umum Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI)PBSI Kota Cirebon, Nasir Yusuf saat pelepasan atlet untuk BK Porda oleh KONI, Senin (11/12/2017) mengungkapkan, di BK Porda pihaknya menurunkan tujuh atlet putra, yakni Rizki Akbar Sani Muharom, Gilang Yuda Kusuma, Afdal Andra, Riski Iman Taufik, Habib Fadil Efendi, Berlianto Putra Mahardika dan Andre Irfandi. Mereka akan bertanding di kategori beregu.

“Kami hanya mengikutsertakan atlet putra di BK Porda, sementara untuk atlet putri belum bisa mengirimkan karena atletnya tidak ada,” ungkapnya.

Menurutnya, di BK pihaknya sengaja mengikuti kategori beregu terlebih dahulu. Karena jika lolos di putaran pertama, praktis seluruh atlet yang bertanding akan melaju ke Porda. Sebaliknya jika gagal di BK, maka di Porda hanya bisa mengikuti kategori perorangan.

“Karena itu kami sangat berharap, dari BK ini semua atlet bulutangkis bisa lolos ke babak utama Porda ,” katanya.

Ketua Umum KONI Kota Cirebon, Hj Wati Musilawati menyatakan dukungannya pada perjuangan para pebulutangkis Putra Kota Cirebon yang akan berlaga di BK Porda

“Tentunya kami pun sangat mengharapkan seluruh atlet cabang olahraga yang belum mengikuti BK Porda, bisa bersiap dan berlatih maksimal agar bisa lolos serta mampu meraih sukses,” tuturnya.(Ali)

17 Kontingen Biliar Siap Bertarung


KESAMBI,.-

Sebanyak 200 atlet dari 17 Kontigen Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonedia (POBSI) Pemprov Jabar menggelar Babak Kualifikasi (BK) Porda XIII Cabang Olahraga Biliar di Arena Spot Biliar Jalan Cipto, Kota Cirebon, Kamis-Kamis (14-21/12/2017).

Ketua Umum Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Jabar, Ali Rachman mengatakan, ratusan pebiliar dari 17 Pengcab POBSI se-Jabar akan bertarung untuk bisa lolos babak utama di perhelatan Porda 2018 di Bogor mendatang.

“BK Porda ini merupakan rangkaian sistem pembinaan atlet dan dari hasil Porda nanti dipersiapkan menuju PON 2020 di Papua. Diharapkan atlet biliar Jawa Barat harus berjiwa patriot, semangat dan penuh spirit untuk meraih prestasi terbaik,” tegasnya, Jumat (15/12/2017).

Lebih jauh dikatakan Ali, pada PON XIX 2016 di Bandung, kontingen Biliar Jabar memberi kontribusi dengan meraih 3 medali emas, 3 perak dan 5 perunggu dimana cabor biliar Jabar pada PON sebelumnya belum meraih medali. “Alhamdulillah target Jabar Kahiji tercapai dan tampil sebagai juara umum PON XIX,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Panitia BK Porda Cabor Pobsi, Sumarno menjelaskan, peserta BK diikuti oleh 168 atlet terdiri dari 134 atlet putra 34 atlet putri. “Dengan sistem pertandingan double elimination. Bola 8, 9, 10 dan 15. Ditambah Mix double, Snoker dan Carom,” tandasnya.(Ali)

16 Atlet IPSI Kota Cirebon Optimistis Lolos BK Porda


BOGOR,.-

Sebanyak 16 atlet Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Cirebon, siap tampil maksimal dalam perhelatan babak kualifikasi pekan olahraga daerah (BK Porda) 2017 yang akan berlangsung di Gor Cisarua, Kabupaten Bogor, Minggu (17/12/2017).

Puluhan Pesilat Kota Wali ini, akan berlaga selama empat hari yakni Senin-Kamis (18-21/12) mendatang, untuk kemudian dapat merebut tiket lolos babak utama porda 2018 di Bogor.

Ketua umum (Ketum) Ikatan Pecak Silat Indonesia (IPSI) Kota Cirebon, Bambang Pranoto mengatakan, ada 16 atlet terdiri dari 6 putri dan 10 putra yang akan diturunkan dalam perhelatan multieven nanti. “Untuk nomor kami ikuti 16 nomer kecuali dua yakni ganda dan beregu karena batasan usia,” ujarnya usai pelepasan atlet di aula Koni Kota Cirebon.

Dilanjut Bambang, pihaknya optimistis di ajang ini IPSI Kota Cirebon bisa meningkatkan prestasi. Sekalipun ada pembatasan usia, Bambang masih meyakini perolehan prestasi di Porda Jabar 2014 yang lalu dapat dipertahankan dan meningkat.

“Di BK ini peluang kita dengan kontingen lain sama rata, kami juga optimis bisa meraih sebanyak mungkin emas,” tegasnya.

Relatif merata

Bambang menambahkan, peta kekuatan antar daerah masih relatif merata. Sekalipun atlet-atlet pencak silat senior di ajang PON dan Porda 2014 yang lalu tidak ikut bertanding lagi, pihaknya optimistis mempertahankan perolehan tiga medali emas.

Kendati atlet-atlet Pencak Silat senior tidak dapat ikut bertanding karena terkendala usia, Ketua Umum Koni Kota Cirebon, Hj. Wati Musilawati sangat mendukung keputusan Pengda Cabor IPSI.

“Dengan adanya pembatasan usia ini, merupakan bentuk regenerasi dan terobosan dari pengda agar semuanya mendapatkan kesempatan. Semoga peluang yang ada ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” harapnya.(Ali)

Delapan Atlet Kempo Kota Cirebon Melaju ke Porda



BOGOR,.-

Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Kempo Indonesia (Perkemi) Kota Cirebon, membuktikan diri layak bersaing di babak utama Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat (Jabar) 2018, setelah memastikan delapan atletnya lolos dari babak kualifikasi (BK) yang digelar di Indonesia Peace and Security Center (IPSC) Sentul, Babakanmadang, Kabupaten Bogor, Kamis-Minggu (23-26/11/2017).

Ketua Pengcab Perkemi Kota Cirebon, Bhakti Adhyaksana, Senin (27/11/2017) menyebutkan, atlet binaannya yang berhasil menembus Porda, terdiri dari Rahmat Aziz (randori putra kelas 65 kg), Galih (randori putra kelas 70 Kg), Sigit (randori putra kelas 75 kg), Fauzia (randori putri kelas 55 kg), Rossa (randori putri kelas 60 kg), dan Nisa (randori putri kelas 65 kg).

Ditambah Inggrid, Saskia dan Sopiah Ananta (enbu pasangan putri kyukenshi) serta Nisa, Sopiah, Mela, dan Inggrit (enbu beregu putri kyukenshi).

“Atlet-atlet tersebut lolos, setelah di BK nomor enbu berada di posisi empat, randori putra di peringkat lima besar, dan randori putri di enam besar,” katanya.

Menurutnya, selain BK menjadi tahapan atau syarat yang harus dilalui setiap atlet atau cabang olahraga untuk bisa mengikuti Porda, even ini juga merupakan wahana yang tepat untuk mengevaluasi seluruh program pembinaan yang telah dilaksanakan.

“Tentunya kami bangga dengan raihan ini. Ke depannya kami akan selalu meyakinkan kepada para atlet bahwa mereka memiliki kemampuan untuk mencapai kemenangan dan meraih medali di Porda 2018,” tuturnya

Dikemukakannya, setelah melihat semangat berjuang atlet di BK, pihaknya optimistis bisa mewujudkan cita-cita untuk meraih prestasi di Porda dan menyumbangkan medali untuk kontingen Kota Cirebon.

“Setelah melalui BK Porda, kami yakin bisa memaksimalkan seluruh potensi yang ada untuk mencapai prestasi,” ujar Bhakti.

Sementara itu, Ketua Umum (Ketum) KONI Kota Cirebon, Hj Wati Musilawati berpesan agar kedisiplinan atlet harus dijaga. Karena dengan selalu fokus saat bertanding, maka hasil yang diraih bisa maksimal. “Para atlet harus bisa menunjukan prestasi untuk mengharumkan nama Kota Cirebon,” ucapnya.(Ali)

PTMSI Kota Cirebon Terus Asah Kemampuan Atlet



KESAMBI,.-


Meski belum mengetahui pasti waktu pelaksanaan Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat (Jabar) 2018 untuk cabang olahraga (cabor) tenis meja akan digelar, Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kota Cirebon terus mengasah kemampuan para petenis andalannya.

Ketua Umum Pengcab PTMSI Kota Cirebon, Ma’ruf Nuryasa, Selasa (28/11/2018), mengatakan, menghadapi BK Porda pihaknya tetap melaksanakan program pembinaan dengan latihan intensif, dan menggelar simulasi pertandingan.

“Ini bertujuan untuk memaksimalkan kemampuan para petenis menjelang BK yang diperkirakan berlangsung pada Desember,” ungkapnya.

Menurut Ma’ruf, dengan petenis Kota Cirebon belum bisa berbicara banyak di BK Porda sebelumnya, membuat pihaknya termotivasi untuk lebih maksimal menggembleng para atlet, agar bisa mendorong peningkatan kemampuan terbaiknya di BK.

“Sangat diperlukan latihan rutin untuk para petenis, karena target kami lolos dulu untuk kemudian berbicara di Porda 2018,” ujarnya.(Ali)

Kempo Bertekad Tampil Maksimal di Porda

Kempo Bertekad Tampil Maksimal di Porda

LEMAHWUNGKUK,.-

Meski belum bisa memperoleh medali pada Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat (Jabar) 2018, Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Kempo Indonesia (Perkemi) Kota Cirebon, optimistis atlet-atletnya bisa tampil lebih maksimal di babak utama Porda.

Ketua Pengcab Perkemi Kota Cirebon, Bhakti Adhyaksana, Rabu (29/11/2017) mengemukakan, bisa berlaga di Porda merupakan kesempatan yang bagus bagi pihaknya untuk menunjukkan hasil dari pembinaan yang dilaksanakan dan memberikan kontribusi bagi prestasi olahraga Kota Cirebon.

Sehingga, pihaknya tidak akan menyia-nyiakan momentum tersebut untuk bisa mendulang prestasi, dengan berupaya mendorong para atletnya untuk siap bersaing dengan peserta lain di multievent olahraga terbesar di Jabar tersebut.

“Jika tidak berjuang dari sekarang, maka peluang Kempo Kota Cirebon untuk bisa menjadi cabor yang sukses akan hilang. Karena itu kami bertekad untuk bisa tampil maksimal di Porda,” katanya.

Selain itu menurut Bhakti, tampil di Porda merupakan wahana bagi kempo untuk bisa dikenal masyarakat luas. Sehingga nantinya kempo bisa memiliki banyak atlet yang bisa dibina untuk memberikan prestasi bagi Kota Cirebon.

“Latihan rutin tiga kali dalam sepekan rutin dilaksanakan, untuk menggodog atlet yang diproyeksikan berlaga di Porda 2018,” katanya.(Ali)

Kabupaten Cirebon Gagal Pertahankan Predikat Juara Umum Porsenitas



SUMBER,.-

Kontingen Kabupaten Cirebon gagal mempertahankan gelar juara umum pada Pekan Olahraga dan Seni Antar Daerah Perbatasan (Porsenitas) Kunci Bersama Jawa Barat dan Jawa Tengah 2017, di Kabupaten Kuningan. Mereka harus puas menjadi runner up juara di bawah tuan rumah, dengan meraih 9 medali emas, 5 perak dan 6 perunggu.

Kepala Bidang Olahraga Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Cirebon, Dadang Raiman, Rabu (20/12/2017) mengungkapkan, hasil yang diraih sudah merupakan pencapaian maksimal yang dipersembahkan para atlet Kabupaten Cirebon.

“Mempertahankan memang lebih sulit dari pada saat merebutnya, sehingga dengan hasil ini kami tetap bangga karena kontingen Kabupaten Cirebon masih mampu meraih posisi runner up,” katanya.

Namun demikian, lanjutnya, hasil ini akan tetap menjadi bahan evaluasi, agar pada pelaksanaan Porsenitas berikutnya bisa meraih hasil yang lebih baik lagi.

Sementara itu, dari 9 medali emas yang diperoleh, 4 diantaranya dari cabang olahraga catur dan tenis meja, ditambah 1 emas dari biliar.(Ali)

FPTI Kota Cirebon Ikuti 11 Nomor Lomba



KESAMBI,.-

Tujuh atlet panjat tebing Kota Cirebon mengikuti Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat (Jabar) 2018, di GOR Padjajaran dan Saparua Kota Bandung, pada 15-22 Desember 2017.

Sekretaris Pengurus Cabang (Pengcab) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Cirebon, Lita Insani, menyebutkan, pada BK kali ini pihaknya menurunkan tujuh atlet yang terdiri dari empat putra dan tiga putri, yakni, M Riyanto (lead perorangan), Roby Agung Saputra (lead perorangan dan tim, serta boulder perorangan dan Mix), Firman Adhiman (lead tim dan Mix, serta boulder perorangan dan mix), dan Andi Kardiman (lead tim).

Kemudian Ma’aratus Sholeha (lead perorangan, tim dan mix serta boulder perorangan dan mix), Nafilah Al Abror (lead perorangan dan tim serta boulder perorangan dan mix) serta Afifah Nurshofarul (lead tim).

“Kami berharap para atlet dapat berjuang maksimal untuk lolos ke babak utama Porda,” katanya.(Ali)

Olahraga

Dua Pembalap Kota Cirebon Genggam Tiket Porda

SUBANG,.-

Dua atlet balap motor Kota Cirebon berhasil merebut tiket Porda Jawa Barat (Jabar) 2018 setelah berjuang dalam babak kualifikasi (BK) yang berlangsung di sirkuit Gery Mang, Kabupaten Subang, Minggu (17/12/2017).

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Cirebon, Siswanto melalui manajer tim , Hendi mengatakan, pihaknya hanya mengikuti tiga dari empat nomor yang dipertandingkan dalam BK, yakni perorangan 125 cc, Axel Jahuar Putra, perorangan 150 cc, Shiswanto dan beregu 150 cc, Shiswanto dan Agus Hadi Saputra dan meloloskan perorangan 125 cc dan perorangan 150 cc.

Sedangkan, untuk beregu 150 cc pasangan Shiswanto dan Agus Hadi Saputra tidak mampu lolos lantaran berada di urutan 26 dan 36 dari total 36 kontingen yang berlaga di nomor tersebut.

“Untuk perorangan 125 cc kami lolos diurutan 17 dari total 19 kontigen, sementara perorangan 150 cc kami berhasil finis diurutan 13 dari total 19 kontingen, ungkapnya.

Dengan hasil BK ini, kata Hendi, merupakan angin segar untuk kemajuan olahraga otomotif di Kota Cirebon. “Untuk itu kiranya pemerintah daerah dapat memberikan fasilitas berlatih atau meminjamkan lahan kosong untuk latihan rutin agar prestasi benar-benar nyata dan mampu bersaing hingga tingkat nasional,”tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum Koni Kota Cirebon, Hj Wati Musilawati sangat mengapresiasi lolosnya dua atlet balap motor di BK Porda , dan ini merupakan wujud kemajuan yang nyata.(Ali)


Olahraga

Perenang Kiki Swimming Club Sabet Prestasi


SUKABUMI,.-

Kiki Swimming Club Cirebon memborong 10 medali emas, 24 perak dan 20 perunggu dari Kejuaraan Renang Fun Swimm Gurita Cup 2, di kolam renang Hotel Agusta Sukabumi, pada 16-17 Desember 2017. Keikutsertaan di even ini, merupakan ajang untuk menguji kemampuan dan menambah jam terbang perenang binaan klub asal Kecamatan Sumber tersebut.

Pada kejuaraan tersebut, 11 perenang berlaga di 54 nomor lomba, diantaranya Aleandra Kanaya Kiswadandira yang meraih perunggu dari nomor 25 meter gaya kaki dada papan KU VA puteri dan 25 meter gaya kaki bebas.

Kemudian Maharani Putri Rosadi di nomor 25 meter dada papan KU VA putri (perak), 25 meter tangan bebas pullboy (emas), 25 meter kaki kupu fin papan (perak) dan sebagainya. Perenang lainnya, Nazwa Nur Aulia, berlaga di nomor 25 meter tangan bebas pullboy KU VB putri (perak), nomor 25 meter kaki bebas fin papan (perak).

Kemudian Almira Khanza Tsurya dari nomor 25 meter kaki dada papan KU VB puteri (perak), 25 meter tangan bebas pullboy (perak), 25 meter gaya dada (perunggu), serta Tyas Nanda Anisa di nomor 50 meter kaki dada papan KU IV puteri (perunggu), 50 meter tangan bebas pullboy (perunggu), 50 meter gaya punggung (emas) dan sebagainya.

Selanjutnya, Calvira Izumi Kianra Iman, tampil di nomor 25 meter tangan bebas pullboy KU VB puteri (perak), 25 meter kaki kupu fin papan (perak), 25 meter kaki bebas fin papan papan (perak), dan Arin Listya Gayatri dari nomor 25 meter kaki bebas fin papan KU VB puteri (perak), 25 meter gaya punggung (perunggu), 25 meter gaya dada (emas).

Lalu, Nafiariezky Aleifea di nomor 50 meter tangan bebas pullboy KU IV puteri (perak), 50 meter kaki bebas fin (perak), serta Syahla Salsabila Sofyan yang berlomba di nomor 50 meter kaki dada papan KU IV puteri (perak), 50 meter tangan bebas (emas), 50 meter kaki bebas (emas) dan sebagainya.

Ditambah perenang putra Ihsan Hari Ramadan yang unggul di nomor 25 meter tangan bebas pullboy KU VB putera (emas), 25 meter gaya punggung (emas) dan Bhanu Dewangga di 50 meter tangan bebas pullboy KU IV putera (perunggu), 50 meter gaya punggung (perak) dan sebagainya.

“Kami bersyukur dan bangga dengan pencapaian para perenang di kejuaraan ini. Semoga keberhasilan ini bisa memicu motivasi mereka untuk lebih giat berlatih dan meraih prestasi setinggi-tingginya. Teruslah berusaha untuk menuju masa kejayaan,” ungkap pelatih Kiki Swimming Club, Susanto.(Ali)

Olahraga

Panahan Kota Cirebon Raih 8 Medali di Kejurda




KESAMBI,.-

Tim panahan Kota Cirebon berhasil mengemas dua medali emas, empat perak dan dua perunggu dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) Panahan sekaligus Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat (Jabar) 2018, di lapangan Dadaha Tasikmalaya yang berakhir Rabu (20/12/2017) .

Pelatih tim panahan Kota Cirebon, Tedi Suhaedy, menuturkan, medali yang diraih di even tersebut masing-masing disumbangkan Wahyu Nugraha yang berhasil menyabet satu emas dan dua perak dari nomor recurve kualifikasi jarak 75 meter dan beregu putra recurve.

Kemudian dari recurve beregu putra, Wahyu, Azis dan Galang mempersembahkan satu perak, ditambah dari Vania Avissa Salsabila yang memetik satu perak serta perunggu dari beregu putri yang beranggotakan pemanah Vania, Ineke dan Fina.

Sementara di hari terakhir, Angga menambah pundi medali emas dan perunggu dari nomor 40 meter divisi nasional (standar bow). Sedangkan Rovi, Rivaldi dan Ahmad di beregu putra divisi nasional hanya mampu bercokol di urutan 11 dari 23 tim, meski mereka tetap lolos ke Porda karena batasnya sampai posisi ke-16.

“Kami patut bersyukur dan bangga dengan prestasi ini, tidak hanya meloloskan para atlet ke Porda, juga bisa membawa pulang medali,” katanya.

Menurutnya, prestasi yang diraih para atlet di even tersebut tidak lepas dari upaya keras mereka saat menjalani latihan dan berlangsungnya kejuaraan. Karena tanpa tekad dan semangat yang kuata serta kemampuan yang unggul, prestasi akan sulit didapatkan.

Apalagi lanjutnya, keberadaan atlet andalan Kota Cirebon, Wahyu yang pernah berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/Jabar, pada nomor compound memiliki pengalaman dan kompetensi yang unggul. “Diharapkan ketika Porda 2018, Wahyu bisa meraih prestasi tinggi,” ujarnya.(Ali)

Hiburan

Kumpulan Kunci Gitar Piterpan


Piterpan - Ada Apa Denganmu
intro ; A..E..A..E (2x)

A                   E
Sudah maafkan aku segala salahku
A                          E
Dan bila kau tetap bisu ungkapkan salahmu
D               A
Dan aku sifatku dan aku khilafku
D               A
Dan aku cintaku dan aku rinduku
A                     E
Sudah lupakan semua segala berubah
E                     A
Dan kita terlupa dan kita terluka

reff
     D                            A
Kutanya malam dapatkah kau lihatnya perbedaan

Yang tak terungkapkan
  D              F#m
Tapi mengapa kau tak berubah
     A          E
Ada apa denganmu
  D
Hanya malam dapat meleburkan
  A
Segala rasa yang tak terungkapkan
  D              F#m
Tapi mengapa kau tak berubah
     A          E
Ada apa denganmu



Piterpan - Aku dan Bintang


Intro: C C Am C F C G

*
C      G      Am
 Lihat ke langit luas
          C       G         Am
Dan semua musim terus berganti
C      G    Am
 Tetap bermain awan
          F       C         G
Merangkai mimpi dengan khayalku
          F       C        G
Selalu bermimpi dengan hariku

C       G     Am
 Pernah kau lihat bintang
         C        G       Am
Bersinar putih penuh harapan
C          G      Am 
 Tangan halusnya terbuka
      F         C     G
Coba temani, dekati aku
         F        C       G
Selalu terangi gelap malamku

Chorus
        F              C
Dan rasakan semua bintang
       Am        C           F
Memanggil tawamu terbang ke atas
               C         Am           G
Tinggalkan semua, hanya kita dan bintang

Interlude : C  G  Am x2
*
Chorus
Interlude : F  C  Am  C  F  C  Am  G
Chorus
           F              C
Yang terindah meski terlupakan
     Am        C       F
Dan selalu terangi dunia
          C        Am     G
Mereka reka hanya aku dan bintang

Rabu, 20 Desember 2017

Olahraga

Gulat Kota Cirebon Siap Tempur Di Babak Utama Porda

KESAMBI,-
Sebanyak 23 pegulat Kota Cirebon dipastikan berhak berlaga di babak utama Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat (Jabar) 2018, setelah sukses melewati babak kualifikasi (BK) di GOR Padjajaran Bandung, Jumat-Minggu (15-17/12/2017).
Ketua Pembinaan dan Prestasi (Binpres) Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Kota Cirebon, Atep Kosasih, menyebutkan, dari 25 pegulat yang mengikuti BK, hanya dua orang yang gagal berlaga di Porda. Kemudian dari 22 pegulat yang lolos, empat diantaranya berhasil meraih medali emas, yakni Dewi Atiya, Feri Budiawan, Mahari dan Aya. Sedangkan yang lainnya memperoleh empat perak dan delapan perunggu.
“Terimakasih atas doa, dukungan dan bantuannya kepada atlet PGSI. Sehingga bisa meraih hasil yang maksimal. Saya harap kepada atlet yang lolos agar terus berlatih, sehingga memiliki kesempatan bisa meraih emas di Porda,” katanya.
Setelah BK Porda, lanjut Atep, pihaknya akan terus memantau perkembangan para atlet. Agar mereka tetap berkonsentrasi untuk memantapkan kemampuannya sehingga bisa memiliki peluang meraih emas pada Porda 2018.
“Semua atlet harus memiliki jam terbang, dan melakukan fitnes. Kemampuan atlet akan harus terus dilatih secara disiplin agar bisa lebih matang lagi sesuai program yang dibuat,” tuturnya.
Sementara itu, pegulat putri peraih emas, Dewi Atiya mengaku senang dengan hasil perjuangannya di BK Porda, setelah menumbangkan pegulat putri asal Kota Tasikmalaya, Lutfi pada babak final.
“Tapi saya tak boleh lengah, hasil ini akan terus ditingkatkan lagi kemampuannya. Sehingga bisa meraih emas untuk Kota Cirebon,” kata pegulat yang disiapkan untuk berlaga di Asian Games 2018, di Jakarta ini. (Ali)

Berkat Dukungan Orang Tua, Fatra Juarai Event Antar Pelajar

KESAMBI, (KC).- Berkat doa serta dukungan dari kedua orang tua, menjadikan semangat tersendiri bagi kalangan atlet saat berlaga disebuah ke...